Berita Jakarta
Polres Metro Jakarta Timur Didemo Gara-gara Video Penggeledahan Tanpa Izin Raimas Backbone
Mahasiswa Pengamat Media dari HMI Universitas Islam Jakarta (UIJ) protes terhadap konten akun jejaring media sosial Youtube Raimas Backbone.
Penulis: Rangga Baskoro |
WARTAKOTALIVE.COM, JATINEGARA - Mahasiswa Pengamat Media dari HMI Universitas Islam Jakarta (UIJ) protes terhadap konten akun jejaring media sosial Youtube Raimas Backbone.
Unjuk rasa dilakukan di Mapolrestro Jakarta Timur, Kamis (27/8/2020).
Mereka menuntut agar konten video di kanal Youtube Raimas Backbone Official dihapus karena telah mencemarkan nama baik pemuda di dalam video itu.
Koordinator Aliansi Mahasiswa Pengamat Media, Firman Adinata mengatakan, anggota Raimas Bacbone Official yang tengah berpatroli tiba-tiba menggeledah dan intimidasi tanpa dilandasi prosedur penangkapan pada 16 Agustus 2020.
• Enam Poin Penting Surat Edaran Pertunjukan Musik Langsung untuk Restoran-Kafe di DKI Jakarta
• Tak Pernah Ditengok UNHCR, Pengungsi Asing di Kalideres Berunjuk Rasa di Tengah Pandemi
"Kami tidak terima atas video yang diviralkan tanpa ada izin. Padahal kan bukan penjahat tapi diperlakulan seperti itu," kata Firman saat dihubungi di Jakarta Timur, Sabtu (29/8/2020).
Atas tindakan itu, Aliansi Mahasiswa Pengamat Media dari HMI UIJ menuntut Polres Metro Jakarta Timur menegur Tim Raimas Backbone.
Selain itu, menghentikan tayangan video di kanal YouTube Raimas Backbone Official karena dinilai tidak sesuai fungsinya yakni sebagai pengayom masyarakat.
• Sopir dan Pemilik Metro Mini Unjuk Rasa Pertanyakan Saham di PT Metro Mini
• Polisi Tahan Delapan Orang Diduga Provokator Bikin Rusuh saat Unjuk Rasa di Gedung DPR/MPR
"Seharusnya tidak seperti itu, jelas sekali orang dalam video tersebut tidak bersalah, tetapi kenapa ditayangkan di chanel youtube milik Tim Raimas Polres Jakarta Timur? Terkesan yang digeledah itu seperti pelaku kriminal," ujarnya.
Firman menambahkan, agar kejadian tersebut tidak terulang lagi, pihaknya mendesak agar pimpinan Tim Raimas Backbone segera diganti.
"Bentuk pertanggungjawabannya itu yang belum ada, jelas bahwa channel ini hanya sebatas mengedepankan komersial belaka," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/unjuk-rasa1298.jpg)