Sabtu, 2 Mei 2026

Virus Corona

Pandemi Covid-19 Bikin Pedagang Kue Kering Kiloan di Pasar Jatinegara Menjerit

Pandemi Covid-19 Bikin Pedagang Kue Kering Kiloan di Pasar Jatinegara Menjerit. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Tayang:
Warta Kota/Janlika Putri
Toko-toko kue kering di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur mengalami sepi pembeli akibat dampak wabah virus corona atau Covid-19, pada Rabu (13/5/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat lesu penjualan kue kering di Pasar Jatinegara.

Toko-toko kue kering ini sepi pengunjung walau tengah menjelang hari raya. 

Salah satu toko yang merasakan dampak Covid-19 adalah toko “Sahabat Sejati” di Pasar Jatinegara.

Toko berukuran 3x4 meter ini terlihat sepi pengunjung. Hanya ada satu orang saja yang menjaga tokonya.

Dampak Pandemi Covid-19 Angka Kasus Perceraian Meningkat, Dilatarbelakangi Masalah Ekonomi

Toples-toples berisi kue kring juga terlihat masih banyak yang penuh.

Edi (29), sang pemilik toko, mengaku belum ada pengunjung yang membeli dagangannya hari itu.

Pria yang berasal dari Lampung tersebut mengatakan penjualannya mengalami penurunan sejak bulan puasa kemarin. Omzet penjualannya pun menurun drastis setelah adanya pandemi ini.

“Sebelum pandemi biasanya omzet 2 juta pehari kalau sekarang nyari sejuta juga susah,” tutur pria yang ditemui pada Kamis, (27/08/2020).

Usaha yang keluarganya geluti sejak tahun lalu ini menjual berbagai macam kue kering seperti nastar, putri salju, kuping gajah, kastengel, kue sagu, dan juga permen serta cokelat.

Untuk barangnya sendiri diambil dari pabrik dan industri rumahan, bahkan ada beberapa yang di import dari luar negeri.

Terletak di lantai basement blok BKS No. 205, toko ini mematok harga kisaran 80 ribu-100 ribu/kg. Ini merupakan harga yang sudah diturunkan setelah pandemi covid.

Nassar Akui Telah Mengacuhkan Kekasih hingga Putus Cinta Berujung Penyesalan, Begini Ceritanya

“Untuk harga kita malah turunin, kalau dinaikkin nanti malah nggak laku,” jelas Edi.

Sehari-harinya, Ia membuka toko dari jam 7 pagi sampai jam 4 sore. Namun, pada bulan ramadhan, Ia membuka tokonya lebih lama karena biasanya akan ada banyak pengunjung yang membeli kue.

Edi mengaku setiap harinya paling banyak hanya ada 15 pembeli di tokonya. Maka dari itu, Ia mengurangi stok dagangannya yang biasanya mengambil dua dus kini hanya mengambil satu dus saja. Ia tidak berani mengambil banyak stok karena takut tidak laku.

Ia menuturkan sudah mendaftarkan tokonya di toko online Pasar Jaya. Namun, belum ada pendataan lebih lanjut terkait hal tesebut.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved