Virus Corona Jabodetabek
Kasus Virus Corona Jakarta Naik Terus hingga Tertinggi 888 Orang per Hari
Kasus harian virus corona atau Covid-19 di Jakarta terus merangkak naik. Sabtu (29/8/2020) ini jumlah bertambah menjadi 888 orang per hari.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Kasus harian virus corona atau Covid-19 di Jakarta terus merangkak naik.
Hingga Sabtu (29/8/2020) jumlahnya bertambah 888 orang dalam sehari.
Angka pasien virus corona tersebut lebih tinggi dibanding Jumat (28/8/2020) yang mencapai angka 816 orang.
Sedangkan, Kamis (27/8/2020) kasus harian Covid-19 mencapai 820 orang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia megatakan, dari 888 kasus positif tersebut, 175 kasus di antaranya merupakan akumulasi data dari hari sebelumnya, Jumat (28/8/2020).
• Penjualan di Sentra Mobil Bekas Kemayoran Merosot Akibat Covid-19, Pemilik Diler Kehabisan Strategi
• Pandemi Covid-19 Bikin Pedagang Kue Kering Kiloan di Pasar Jatinegara Menjerit
Namun, kata dia, kasus baru dilaporkan Sabtu (29/8/2020).
“Penambahan kasus positif pada hari ini sebanyak 888 kasus," kata Dwi berdasarkan keterangan pers, Sabtu (29/8/2020).
"Ada pun jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 7.226 orang, mereka ada yang isolasi mandiri dan dirawat,” kata Dwi.
Menurutnya, total jumlah kasus Covid-19 di Jakarta mencapai 38.166 orang.
Dari jumlah tersebut, 29.768 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 78 persen, dan 1.172 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 3,1 persen.
Sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 4,3 persen.
• Dampak Pandemi Covid-19 Angka Kasus Perceraian Meningkat, Dilatarbelakangi Masalah Ekonomi
• Pekerja Terpapar Corona, Suzuki Perketat Protokol Kesehatan dan Kurangi Kapasitas Produksi Pabrik
“Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 8,9 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 6,1 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen,” katanya.
Saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Transisi Fase 1 ini, Pemprov DKI Jakarta menyarankan, masyarakat yang ingin ke Jakarta melakukan pemeriksaan mandiri Covid-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI.
Melalui JakCLM, masyarakat dapat mengetahui risiko Covid-19 dan mendapat rekomendasi kesehatan sesuai risiko yang dimiliki.
Kontribusi masyarakat dalam pengisian JakCLM dapat membantu Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pencegahaan penyebaran kasus Covid-19 di Jakarta.
• Tenaga Medis RSUD Terpapar Virus Corona, IGD dan Poliklinik Ditutup Sementara Hari Ini
• Perhari 3.003 Kasus Covid-19, Ini 10 Provinsi Kasus Corona Tertinggi dan Terendah di Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/rapid-test-pemkot-jakarta-selatan-2.jpg)