Disindir Megawati, KAMI Tegaskan Bukan Instrumen Orang untuk Menjadi Capres

Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri menyebut Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dibentuk karena banyak orang yang ingin menjadi presiden.

ISTIMEWA
Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri menyebut Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dibentuk karena banyak orang yang ingin menjadi presiden.

Menanggapi hal itu, Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani mengucapkan terima kasih atas respons Megawati.

"Tentunya KAMI berterima kasih atas resposn Ibu Megawati, karena telah merespons KAMI, apapun bentuknya."

Jambret Babak Belur Dikeroyok Massa, Bacok Warga Lalu Ceburkan Diri ke Kalimalang

"Itu adalah hak warga negara, apalagi ini seorang ketua umum partai politik," ujar Yani ketika dihubungi Tribunnews, Kamis (27/8/2020).

Namun, Yani menegaskan kehadiran KAMI bukan dalam rangka berkompetisi dalam kontestasi politik, apalagi menjadi calon presiden.

KAMI, menurutnya, tak akan pernah menjadi organisasi massa ataupun partai politik.

Tambah Empat, Pekerja Pabrik LG Cikarang yang Positif Covid-19 Jadi 242 Orang

"Kenapa? Karena KAMI tidak akan pernah menjelma menjadi organisasi massa apalagi partai politik."

"Nah, kita sama-sama ketahui untuk jadi capres dan sebagainya itu harus melalui kendaraannya partai politik."

"Jadi agak jauh lah apa yang dikemukakan oleh Ibu Megawati," tuturnya.

Amien Rais Duga Gedung Kejaksaan Agung Dibakar Orang Dalam, Ungkit Peristiwa 1997 Silam

Yani meyakini, KAMI dibentuk oleh orang-orang yang memiliki kesamaan visi, yakni hadir karena merasa Indonesia perlu diselamatkan, bukannya dalam rangka berpolitik praktis ataupun merebut kekuasaan.

Meski demikian, Yani mengatakan bisa saja ada individu-individu di dalam KAMI yang berminat menjadi presiden.

Baginya itu adalah hak mereka. Namun, kata dia, mereka yang berminat menjadi calon presiden tak akan pernah bisa melalui KAMI.

Jokowi: Jangan Pernah Manfaatkan Hukum untuk Menakut-nakuti Eksekutif, Pengusaha, dan Masyarakat

"KAMI tidak punya keinginan itu. Kalaupun ada orang per orang, tentu pasti tak akan bisa melalui jalur KAMI."

"Karena KAMI bukan instrumennya orang untuk menjadi capres, karena tidak mungkin melalui KAMI."

"Silakan aja mereka melalui partai-partai politik yang ada," paparnya.

Wanita Muda Dapat Uang Palsu dari Kenalan Facebook, Lalu Sengaja Beli Barang Murah di Pasar Deprok

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved