Kamis, 14 Mei 2026

Virus Corona

Liburan Panjang Berpotensi Tingkatkan Penyebaran Covid-19

Adanya liburan panjang membuat potensi penularan Covid-19 meningkat. Simak pengaruh penularan itu dan cara pencegahannya

Tayang:
Dok BNPB
Dialog membahas pengaruh liburan panjang terhadap penyebaran di Virus Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Libur panjang beberapa waktu yang lalu mendorong masyarakat untuk bepergian ke luar daerah.

Salah satu situasi yang mungkin terjadi yaitu adanya kerumunan warga di ruang publik, seperti di taman atau tempat wisata lain. Mereka yang berada di kerumunan itu berisiko tertular virus penyebab Covid-19.

Dalam dialog yang disiarkan Tim Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Atik Choirul Hidajah mengatakan, pergerakan manusia dapat berpengaruh pada penyebaran Covid-19.

Kebutuhan Nutrisi Tercukupi Mencegah Penularan Virus Corona pada Anak

Wali Kota Surabaya Wajibkan ASN Bawa Baju Ganti untuk Cegah Penularan Corona Lewat Udara

Pergerakan manusia seperti yang terjadi pada hari libur dapat meningkatkan risiko penularan.

“Ada tren kenaikan ekstrem pada HUT RI kemarin. Tren menunjukkan peningkatan risiko yang sangat besar. Perlu dibandingkan pola mobilitas ini dengan kenyataan,” ujar Atik saat berdialog melalui ruang digital, Selasa (25/8/2020).

Ia mengatakan, setiap individu perlu untuk menerapkan physical distancing dan tidak berkerumunan.

Menurutnya, menjaga jarak atau physical distancing bertujuan untuk memberi jarak secara fisik sehingga kerumunan tidak terjadi.

Begini Kronologi Penularan 238 Pekerja Pabrik LG di Cikarang Positif Covid-19

Warga Depok Diimbau Gunakan Masker Kain untuk Cegah Penularan Covid-19 Melalui Air Liur

Ini bertujuan untuk menghindari risiko terpapar droplet dari orang di sekitar.

Pada kesempatan itu, Atik menambahkan bahwa dilihat dari libur panjang, sampai dengan 23 Agustus kemarin, ada tren meningkat pergerakan masyarakat di sekitar rumah.

Ia berpendapat bahwa setiap orang harus disadarkan apa yang harus dilakukan sehingga membantu untuk ikut memutus rantai penularan.

“Ini yang harus kita lakukan. Kita tidak patuh pada upaya tadi maka risiko penularan yang akan terjadi,” pesannya.

Sementara itu, Pecalang Bali I Made Sudiarta menyampaikan suasana di wilayahnya selama waktu libur yang lalu belum ada pergerakan yang signifikan baik dari pendatang maupun penduduk lokal.

Presiden Jokowi Minta Waspadai Lonjakan Penularan Covid-19 Seperti di Eropa

Benarkah Bioskop Disebutkan Minim Penularan Covid-19? Begini Penjelasan Ilmiah Sejumlah Ahli

“Jadi yang sudah saya lihat selama ini tidak terlalu banyak pergerakan dari kerumunan dari masyarakat baik itu dengan pariwisata yang datang dan tidak seperti yang sebelumnya,” ucapnya melalui ruang digital.

Ia menceritakan pecalang juga berkontribusi dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan memberikan imbauan dan edukasi mengenai protokol kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan anjuran pemerintah. Made mengatakan, para pecalang atau petugas adat Bali selalu menyampaikan kepada warga yang bepergian dari rumah untuk menggunakan masker di mana pun mereka berada, terutama di tempat-tempat umum, seperti lapangan.

“Kita juga sampai pantau sampai malam itu di lapangan, tidak terlalu banyak berkerumun dan kita tetap mengedukasi harus memakai masker,” jelasnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved