Virus Corona
Ada Pegawai Meninggal Positif Covid-19, Kantor UPPRD Cilincing Ditutup Sementara
Selain melakukan swab test massal terhadap seluruh pegawai, langkah pencegahan seperti penyemprotan disinfektan ke seluruh ruangan
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Feryanto Hadi
WARTAKOTALIVE.COM, CILINCING--Kantor Unit Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (UPPRD) Cilincing, ditutup sementara layanannya mulai Selasa (25/8) seiring adanya pegawai yang meninggal dunia setelah positif Covid-19.
Kepala UPPRD Cilincing, Muhammad Juhfa membenarkan kantornya ditutup sementara dan harus melakukan Work from Home (WFH) serta menjalani swab test.
“Ada 20 orang yang ikut swab test, semuanya (pegawai). Mulai dari honorer (petugas) sampai ASN (Aparatur Sipil Negara) ," ucap Juhfa, Selasa (25/8).
• Terbukti Edarkan Uang Palsu di Pasar Deprok, Wanita 21 Tahun Terancam Pidana 15 Tahun Penjara
• Gara-gara Pelaku Pura-pura Kesurupan, Polisi Berhasil Ungkap Kasus Penembakan Bos di Kelapa Gading
Selain melakukan swab test massal terhadap seluruh pegawai, langkah pencegahan seperti penyemprotan disinfektan ke seluruh ruangan dilakukan pascaperistiwa tersebut.
"Tujuannya untuk memutuskan penyebaran Covid-19, dan mudah-mudahan nanti hasilnya juga negatif," kata Jufha.
Meski layanan ditutup sementara dan baru akan dibuka pada Senin (31/8) mendatang, pihaknya telah menyiapkan sebuah loker di depan pintu untuk masyarakat yang butuh pelayanan.
"Loker yang kita siapkan hanya untuk penenerimaan saja," jelasnya.
• Buru Pemasok, Polisi Sita 7 Karung Ganja Kering yang akan Dikirim dari Solok ke Jakarta
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Cilincing, Edison Syahputra mengatakan satu pegawai UPPRD Cilincing positif Covid-19 itu sempat dirawar di sebuah rumah sakit di Bekasi.
"Beliau sakit hari Jumat, batuk pilek. Hari Sabtu dirawat di RS Bekasi. Hari Minggu meninggal. Hari Senin keluar hasil," ujarnya.
Karyawan pabrik positif corona
Sebanyak 238 pekerja PT LG Elektronik Indonesia di kawasan Industri Cikarang, Kabupaten Bekasi terkonfirmasi positif corona atau Covid-19.
Demikian diutarakan Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, pada Selasa (25/8/2020).
Alamsyah mengungkapkan kronologis penularan corona itu berawal dari adanya salah satu pekerja meninggal terkonfirmasi positif corona, di RS Pasar Rebo Jakarta Timur, pada Rabu (19/8/2020).
Kemudian, pada Jumat (21/8/2020) dilakukan tes swab PCR massal di pabrik tersebut.
• Mulai Dicairkan Besok, 25 Agustus, ini Tiga Cara Cek Apakah Kamu Penerima BLT Rp 600.000 Per Bulan
• Nur Luthfiah Ngaku Kerasukan Arwah Ayahnya Minta Bosnya Dihabisi, Agar Semua Pelaku Mau Membantu
"Setelah ada yang meninggal karena C19 (Covid-19) dilakukan PCR massal hari Jumat, karena almarhum termasuk staf di office yang mobile," jelas dia.
Hingga saat ini telah dilakukan tes swab sebanyak 600 pekerja, hasilnya 238 terkonfirmasi positif corona.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/dasyatnya-virus-covid-19.jpg)