Sabtu, 2 Mei 2026

Virus Corona

Meminimalkan Potensi Penyebaran Virus Corona dalam Pertunjukkan Seni

Semakin besar tempat dan semakin banyak ventilasi yang ada dapat mempengaruhi seberapa terkonsentrasi volume.

Tayang:
Editor: Feryanto Hadi
Dokumentasi Indonesian Idol 2020
Ilustrasi: Nuca bernyanyi di Babak 6 Besar ajang Indonesian Idol 2020, Senin (27/1/2020) malam. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebuah penelitian menunjukan bahwa bernyanyi tidak menghasilkan lebih banyak partikel pernapasan daripada berbicara dengan volume suara yang sama.

Proyek yang disebut Perform, melihat jumlah aerosol dan tetesan yang dihasilkan oleh performer.

Penemuan ini dapat berimplikasi pada pertunjukan langsung dalam ruangan, yang akan dimulai di Inggris minggu ini.

Mereka saat ini hanya diperbolehkan berlangsung di bawah protokol sosial yang ketat.

Aerosol adalah partikel kecil yang dihembuskan dari tubuh dan melayang di udara.

Masker Corona Bertahtakan Berlian ini Dijual Minimal Rp 10 Juta

Ada bukti yang muncul bahwa corona dapat menyebar melalui partikel-partikel ini, juga dalam tetesan yang jatuh ke permukaan dan kemudian disentuh.

Dua puluh lima pemain profesional dari berbagai jenis kelamin, etnis, usia dan latar belakang - teater musikal, opera, gospel, jazz, dan pop - mengambil bagian dalam penelitian yang dipimpin oleh para ilmuwan di University of Bristol.

Mereka secara individu menyelesaikan serangkaian latihan, termasuk menyanyi dan mengucapkan 'Selamat Ulang Tahun' dengan nada dan volume yang berbeda, di ruang operasi di mana tidak ada aerosol lain yang hadir.

Hal ini memungkinkan para peneliti untuk menganalisis aerosol yang dihasilkan oleh suara
tertentu.

Mereka menemukan bahwa volume suara memiliki dampak terbesar pada jumlah aerosol yang dihasilkan.

Anak-anak Ternyata Berpotensi Besar Sebagai Penular Virus Corona

Misalnya, ada beberapa perbedaan antara berbicara dan bernyanyi pada level yang sama, meskipun tidak terlalu substansial. 

Sedangkan nyanyian atau teriakan dengan suara paling keras bisa menghasilkan aerosol 30 kali lebih banyak.

Ventilasi juga dapat mempengaruhi pembentukan aerosol.

Semakin besar tempat dan semakin banyak ventilasi yang ada dapat mempengaruhi seberapa terkonsentrasi volume.

Jonathan Reid, profesor kimia fisik di Universitas Bristol, adalah salah satu penulis makalah
tersebut, yang didukung oleh Public Health England.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved