Rabu, 15 April 2026

Virus Corona

Anak-anak Ternyata Berpotensi Besar Sebagai Penular Virus Corona

Hal ini harus menjadi salah satu pertimbangan dalam membuka kembali persekolahan

Penulis: |
scmp.com
Ilustrasi - Siswa Hong Kong bersekolah menggunakan masker, setelah sekolah dibuka kembali 

Wartakotalive, Jakarta - Anak-anak ternyata tidak kebal terhadap covid-19, dan bahkan berperan besar dalam penularan penyakit tersebut.

Kesimpulan tersebut berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di dua rumah sakit untuk anak-anak di Massachusetts, Amerika Serikat, yang dipublikasikan dalam publikasi ilmiah Journal of Paediatrics, yang dikutip scmp.com, Kamis, 20 Agustus 2020.

Dalam penelitian tersebut, ada 192 anak-anak yang diteliti. Dari jumlah tersebut sebanyak 49 di antaranya positif mengidap virus corona.

Udara yang keluar dari napas anak-anak yang terinfeksi corona tersebut, ternyata mengandung virus yang jauh lebih tinggi ketimbang orang dewasa penderita covid-19 yang berada di dalam ruang perawatan intensif.

Anak-anak yang diteliti berusia antara nol sampai 22 tahun, yang dibawa ke klinik atau rumah sakit karena mereka diduga mengidap virus corona Sars-CoV-2, yang menyebabkan covid-19.
,
Menurut penjelasan Dr Alessio Fasano, salah seorang anggota tim peneliti dari Massachusetts General Hospital, sebagian anak-anak itu dibawa ke rumah sakit karena punya gejala covid-19.

Sebagian lainnya, diperiksakan di rumah sakit karena mereka berkontak dengan orang yang terinfeksi atau tinggal di wilayah yang sudah dinyatakan berisiko tinggi.

"Selama terjadi pandemi covid-19, kita terfokus memeriksa orang yang punya gejala covid, sehingga sampai pada kesimpulan yang keliru bahwa mayoritas orang yang terinfeksi adalah orang dewasa," ujar Fasano.

"Dari hasil penelitian tersebut, sekarang kita tak bisa lagi mengabaikan bahwa anak-anak berpotensi besar sebagai penyebar virus ini".

Penelitian tersebut dimaksudkan untuk menguji hipotesa selama ini yang menyatakan bahwa anak-anak lebih aman terhadap covid-19 karena mereka punya lebih sedikit enzim yang menerima virus corona dibandingkan orang dewasa.

Memang jumlah enzim yang memudahkan virus corona berbiak di dalam tubuh pada anak-anak lebih sedikit daripada orang dewasa, tapi mereka tetap membawa virus dalam tingkatan yang tinggi.

Oleh karena itu, hasil penelitian itu menyebut anak-anak sebagai "penyebar senyap covid-19", meskipun anak-anak tidak menunjukkan gejala infeksi.

"Anak-anak mungkin menjadi sumber penyebaran virus ini," kata Fasano,"Hal ini harus menjadi salah satu pertimbangan dalam membuka kembali persekolahan".

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved