Virus Corona

Faisal Basri Prediksi Kementerian Keuangan Suatu Saat Menyerah Jadi 'Pemadam Kebakaran'

Menurut Faisal Basri, suatu saat nanti Kemenkeu tidak akan sanggup lagi menangani anggaran, karena kasus Covid-19 masih terus meningkat hingga 147 rib

Kompas.com
Faisal Basri. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ekonom Senior Faisal Basri meramalkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bisa menyerah dalam menyalurkan anggaran bantuan sosial (bansos) akibat dampak pandemi Covid-19.

Menurut Faisal Basri, suatu saat nanti Kemenkeu tidak akan sanggup lagi menangani anggaran, karena kasus Covid-19 masih terus meningkat hingga 147 ribu kasus.

"Tetapi akibat penanganan Covid-19 seperti ini berlama-lama, maka harus siapkan pengeluaran sosial lebih banyak."

Din Syamsuddin: Dubes Palestina Tak Baca Saksama Undangan, Lihat Nama Saya Langsung Berniat Hadir

"Karena itu, Kementerian Keuangan jadi pemadam kebakaran dan ada batasnya."

"Suatu saat Kementerian Keuangan bilang saya nyerah, gimana menangani ini berkepanjangan," ujarnya saat webinar, kemarin malam.

Dia mempertanyakan bagaimana caranya menyelamatkan ekonomi ketika pembatasan sosial berskala besar dibuka, tapi kasus positif Covid-19 masih tinggi.

Pakai Helikopter Mewah, Ketua KPK Firli Bahuri Bakal Disidang Etik pada 25 Agustus 2020

"Jadi bagaimana mau selamat waktu ekonomi dibuka tatkala rasio positif dari rapid test itu masih 25 persen?"

"Artinya betapa banyak orang berseliweran mengidap Covid-19? Kan jadinya tidak bisa selesai," tutur Faisal Basri.

Dia menyarankan pemerintah memusatkan kekuatan untuk menangani dari sisi kesehatan, dengan meminimalisir kasus Covid-19, bukan malah ekonomi dahulu.

Selain Firli Bahuri, Dua Insan KPK Juga Bakal Disidang Etik Dewan Pengawas, Digelar 3 Hari Beruntun

Saat ini Faisal Basri menilai titik berat pemerintah adalah pemulihan ekonomi.

Hal itu terlihat dari struktur Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

"Ketua komitenya Menko Perekonomian, ketua pelaksananya Menteri BUMN, sekretaris eksekutifnya wakil ketua umum KADIN, ini kan mana penanganan kesehatan?

Dua Perampok Rampas Taksi Online di Tangerang, Sempat Batal Beraksi karena Calon Korban Lebih Kekar

"Kalau di Gugus Tugas dulu, namanya Satgas Penanganan Covid-19 bertanggung jawab langsung ke Presiden, sekarang ke Menteri BUMN."

"Jadi substruktur penanganan ekonomi, mana bisa," paparnya.

Pemadam Kebakaran

Faisal Basri menyatakan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjadi 'pemadam kebakaran' dalam pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19.

Maksud Faisal Basri adalah Kemenkeu fokus menyalurkan bantuan sosial (bansos) terus-menerus, padahal laju kasus positif Covid-19 belum juga turun.

"Saya lihat sekarang Kementerian Keuangan seperti 'pemadam kebakaran'."

Ibu Rumah Tangga Tewas di Tempat Usai Diserempet Trailer di Cilincing, Sopir Truk Kabur

"Kementerian Keuangan adalah agensi negara, mencoba untuk memenuhi penetapan oleh suprastruktur," paparnya.

Kementerian Keuangan juga ia nilai tidak bisa mendikte kementerian lain untuk melakukan pemulihan dari sisi kesehatan.

"Penanganan Covid-19 tidak bisa dilakukan kalau kesehatannya tidak ditangani secara seksama."

KAMI Tegaskan Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin Sama Sekali Tak Keluarkan Uang untuk Deklarasi

"Selamatkan nyawa, baru selamatkan ekonomi," tegas Faisal Basri.

Namun sayangnya, Faisal Basri menambahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak bisa mengatur terlalu jauh penggunaan belanja anggaran kesehatan.

"Ibu Sri Mulyani bukan Presiden, dan Ibu Sri Mulyani tidak bisa mendikte item-item apa saja dari belanja kesehatan."

Tak Terkait Tugas Profesi, Persatuan Jaksa Indonesia Ogah Berikan Bantuan Hukum kepada Pinangki

"Misalnya untuk massive testing, logikanya testing sampai sekarang di Indonesia masih sangat rendah, baru 7.000 per satu juta penduduk."

"Ini bagaimana mau selamat ekonomi?" ulasnya.

Sementara, jumlah pasien Virus Corona (COVID-19) di Indonesia bertambah 2.266 orang, per Kamis (20/8/2020).

IPW Bilang Jokowi Rombak Kabinet Usai Ganti Panglima TNI, 11-18 Menteri Bakal Kena Reshuffle

Sehingga, hari ini total ada 147.211 kasus positif. Hal itu seperti dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id.

Sementara, jumlah pasien sembuh bertambah 2.017 orang, sehingga total pasien sembuh ada 100.674 orang.

Sedangkan pasien yang meninggal bertambah 72 orang, sehingga total ada 6.418 pasien Covid-19 yang meninggal.

 Disiplin Mulai Kendur, Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Dihukum Nyanyi Lagu Nasional

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 20 Agustus 2020, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:

DKI JAKARTA

Jumlah Kasus: 31.610 (21.1%)

JAWA TIMUR

Jumlah Kasus: 29.257 (20.0%)

JAWA TENGAH

Jumlah Kasus: 12.092 (8.3%)

SULAWESI SELATAN

Jumlah Kasus: 11.278 (7.9%)

JAWA BARAT

Jumlah Kasus: 8.988 (6.2%)

KALIMANTAN SELATAN

Jumlah Kasus: 7.544 (5.1%)

SUMATERA UTARA

Jumlah Kasus: 5.957 (4.1%)

BALI

Jumlah Kasus: 4.292 (2.9%)

SUMATERA SELATAN

Jumlah Kasus: 3.988 (2.8%)

PAPUA

Jumlah Kasus: 3.520 (2.5%)

SULAWESI UTARA

Jumlah Kasus: 3.401 (2.4%)

KALIMANTAN TIMUR

Jumlah Kasus: 2.697 (1.7%)

NUSA TENGGARA BARAT

Jumlah Kasus: 2.526 (1.7%)

BANTEN

Jumlah Kasus: 2.434 (1.6%)

KALIMANTAN TENGAH

Jumlah Kasus: 2.291 (1.6%)

GORONTALO

Jumlah Kasus: 1.875 (1.2%)

MALUKU UTARA

Jumlah Kasus: 1.761 (1.2%)

MALUKU

Jumlah Kasus: 1.611 (1.1%)

SUMATERA BARAT

Jumlah Kasus: 1.483 (1.0%)

SULAWESI TENGGARA

Jumlah Kasus: 1.277 (0.9%)

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Jumlah Kasus: 1.138 (0.7%)

ACEH

Jumlah Kasus: 1.137 (0.6%)

RIAU

Jumlah Kasus: 1.097 (0.7%)

KEPULAUAN RIAU

Jumlah Kasus: 680 (0.5%)

PAPUA BARAT

Jumlah Kasus: 640 (0.4%)

KALIMANTAN BARAT

Jumlah Kasus: 471 (0.3%)

LAMPUNG

Jumlah Kasus: 352 (0.2%)

KALIMANTAN UTARA

Jumlah Kasus: 337 (0.2%)

SULAWESI BARAT

Jumlah Kasus: 323 (0.2%)

BENGKULU

Jumlah Kasus: 286 (0.2%)

JAMBI

Jumlah Kasus: 250 (0.2%)

SULAWESI TENGAH

Jumlah Kasus: 233 (0.2%)

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Jumlah Kasus: 220 (0.2%)

NUSA TENGGARA TIMUR

Jumlah Kasus: 165 (0.1%). (Yanuar Riezqi Yovanda)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved