Rabu, 8 April 2026

Program Grebek Lumpur dari Dinas SDA DKI Jakarta Sasar Waduk hingga Saluran Mikro

Ada 13 kali yang menjadi sasaran utamanya dalam program ini yang terbagi di lima wilayah kota.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Fitruyandi Al Fajri
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf saat meninjau lokasi pengerukan lumpur dan pelebaran Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara pada Rabu (19/8/2020) siang. Dinas SDA DKI Jakarta telah menggalakkan program Grebek Lumpur sejak April 2020 lalu untuk mengantisipasi genangan di Ibu Kota. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menggalakkan program Grebek Lumpur agar Ibu Kota terhindari dari genangan yang biasa terjadi setiap tahun. Tercatat ada 8.000 personel yang dikerahkan di lima wilayah administrasi Jakarta dalam program itu.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan, program Grebek Lumpur sudah berjalan sejak April 2020. Sasarannya, kata dia, endapan lumpur yang ada di kali, waduk, saluran mikro dan makro yang ada di lima wilayah kota.

Konser Kemerdekaan IM3 Ooredoo, Konser Tanpa Penonton Kolaborasi Barasuara, Ardhito, dan Nadin

Sevilla Indonesia Percaya Diri Sevilla Kukuhkan Diri jadi Penguasa Europa

“Di musim panas ini kami terus melaksanakan kegiatan-kegiatan pengerukan lumpur di semua wilayah. Tujuannya menambah kapasitas. Dan ketika hujan daya tampungnya menjadi lebih besar sehingga genangan air bisa dikurangi,” kata Juaini pada Rabu (19/8/2020).

Juaini mengatakan, program Grebek Lumpur terus dilakukan sampai akhir tahun 2020. Ada 13 kali yang menjadi sasaran utamanya dalam program ini yang terbagi di lima wilayah kota. Misalnya pengerukan lumpur di Kali Ciliwung segmen Kampung Melayu sampai Jembatan Tongtek sepanjang 5,3 kilometer di Jakarta Timur.

Gelar RUPSLB, ASSA Setujui Rencana Rights Issue, Ini Beragam Lini Bisnisnya Sejak Berdiri Tahun 2003

Jadi Fans Inter Milan Sejak Lama, Adam Alis Prediksi Inter Angkat Trofi Liga Europa

Kemudian pengerukan Kali Ciliwung di segmen Jembatan Tongtek sampai pintu air Mangarai sepanjang 2,7 kilometer di Jakarta Selatan. Selanjutnya, pengerukan di Kali Kanal Banjir Barat (KBB) segmen pintu air Karet sampai Jembatan Roxy sepanjang 13,9 kilometer di Jakarta Pusat.

Lalu pengerukan di kali KBB segmen Jelambar sampai Season City sepanjang 1,5 kilomter di Jakarta Barat. “Terakhir, pengerukan di Kali Adem segmen PIK (Pantai Indah Kapuk) sampai Muara Angka sepanjang 3,2 kilometer di Jakarta Utara,” jelas Juaini.

Swakelola

Menurutnya, anggaran yang dikeluarkan untuk program Grebek Lumpur sekitar Rp 400 miliar. Seluruh anggaran tersebut telah dialokasikan di masing-masing Suku Dinas SDA di lima wilayah kota.

“Pengerjannya dilakukan melalui swakelola di masing-masing Suku Dinas berupa anggaran pemeliharaan. Jadi alatnya pakai punya sendiri, operator dan BBM (bahan bakar minyak) kami adakan sendiri, kira-kira per wilayah anggarannya Rp 80 miliar,” ujar Juaini.

VIDEO: Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Anak Amien Rais dengan Wakil Ketua KPK

EleVee Apartment, Hunian Idaman Keluarga Joe Taslim

“Anggaran itu dalam berbagai bentuk kegiatan. Di antaranya pembayaran upah bagi petugas jasa lainnya orang perorangan (PJLP), pembelian BBM, pemeliharaan pompa dan sebagainya,” tambahnya.

Dikeruk

Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara, Adrian Mara Maulana, menambahkan, pihaknya telah mengeruk Kali Adem sejak dua pekan lalu. Untuk kali Adem di segmen PIK yang awalnya memiliki lebar 74 meter, akan dilebarkan menjadi 115 meter.

“Sekarang pengerukan baru 500 meter karena target pengerukan di Kali Adem segmen PIK itu panjangnya 3,2 kilometer,” kata Adrian.

Gara-gara Mencari Batu untuk Akuarium, Ibnu Hanyut di Sungai Cisadane

14 Hari Dirawat, Bocah Perempuan 12 Tahun Korban Pembakaran Rumah di Ciputat Timur, Meninggal Dunia

Selain mengembalikan lebar kali dari 74 meter menjadi 115 meter, pihaknya juga melakukan pengerukan kali. Harapannya kapasitas untuk menampung air rob dari laut dan hujan bisa lebih besar.

“Kami kembalikan trase kali itu sesuai RDTR (Rencana Detail Tata Ruang), beserta kedalamannya. Tadinya jarak lumpur dengan permukaan air nggak sampai 20 sentimeter, sekarang kami perdalam menjadi tiga meter,” jelasnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved