Kamis, 7 Mei 2026

Komisi I DPR: Duta Besar Palestina Melanggar Etika Diplomatik

Anggota Komisi I DPR Fraksi PPP Syaifullah Tamliha mengatakan, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair al-Shun telah melanggar aturan.

Tayang:
Twitter@KSPgoid
Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun dan Presiden Jokowi. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Fraksi PPP Syaifullah Tamliha mengatakan, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair al-Shun telah melanggar aturan.

Pelanggaran terjadi ketika Zuhair al-Shun menghadiri acara deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (18/8/2020).

"Saya tidak mengerti alasan Ambassador Palestina untuk RI sehingga turut hadir pada acara deklarasi KAMI."

KLARIFIKASI Lengkap Duta Besar Palestina Hadiri Deklarasi KAMI, Diundang Din Syamsuddin

"Namun, secara etika diplomatik dia sudah melanggar kaidah-kaidah diplomatik."

"Yang semestinya dilarang untuk mencampuri urusan dalam negeri tempat dia ditugaskan," kata Syaifullah saat dihubungi Tribunnews di Jakarta, Rabu (19/8/2020).

Oleh sebab itu, Syaifullah menyayangkan kahadiran Dubes Palestina dalam acara tersebut, apalagi hubungan Indonesia dengan Palestina saat ini sudah berjalan baik.

Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Deklarasi KAMI Bisa Timbulkan Klaster Baru Penyebaran Covid-19

"Selama pemerintahan Jokowi-JK (periode 2014-2019), Indonesia mengalami kemajuan untuk dukungan kemerdekaan negara berdaulat Palestina."

"Dengan membuka Konsul Kehormatan RI untuk Palestina yang berkedudukan di Ramalah," papar Syaifullah.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia mengklarifikasi kehadiran Duta Besar Zuhair Al-Shun di acara deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Selasa (18/8/2020).

Dubes Palestina Klarifikasi, KAMI: Di Undangan Jelas Tertulis Acara Deklarasi

Berikut ini klarifikasi lengkap Dubes Palestina yang hadir di acara KAMI:

Klarifikasi tentang apa yang diberitakan media perihal Duta Besar Negara Palestina yang menghadiri undangan yang disampaikan oleh Bapak Din Syamsuddin, Ketua Persatuan Persahabatan Indonesia Palestina.

Kami ingin menegaskan bahwa partisipasi kami berdasarkan pada pemahaman bahwa acara tersebut adalah acara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia dan bukan yang lainnya.

Kehadiran kami di acara tersebut hanya berlangsung selama 5 menit, ketika menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia yang itu adalah sesuatu yang sakral bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kami di Palestina mengapresiasi dukungan dan bantuan yang kami terima dari Yang Mulia Bapak Presiden Joko Widodo, pemerintahannya yang terhormat, dan dari seluruh masyarakat Indonesia yang ramah.

Saya berharap semua orang mengerti bahwa kami bukan bagian dari dan tidak akan menjadi bagian dari kegiatan politik di Indonesia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved