Ini 5 Mitos Diet yang Menyesatkan, Jangan Terjebak
Berikut ini daftar mitos terkait diet, nutrisi dan pengelolaan berat badan yang rata-rata beredar di kalangan masyarakat.
Penulis: | Editor: Murtopo
3. Mitos: Karbohidrat membuat berat badan bertambah.
Karbohidrat paling sering disalahkan atas penambahan berat badan.
Kelebihan kalori memang berperan besar dalam menambah berat badan secara signifikan.
Untuk memastikan diet seimbang, Filosofi Nutrisi Global Nutrisi Herbalife merekomendasikan 40 persen asupan kalori harian Kamu berasal dari sumber karbohidrat yang sehat.
• Ini Alasan Ade Fitrie Kirana Beri Diskon Produk Kecantikannya, Simak Pula Pengalamannya Berhijrah
Contoh karbohidrat sehat adalah sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan dan biji-bijian.
Karbohidrat yang sehat dapat memberikan nutrisi penting seperti kalsium, zat besi, serat dan vitamin B untuk tubuh.
4. Mitos: Puasa intermiten merupakan cara yang efektif menurunkan berat.
Puasa intermiten adalah istilah umum untuk berbagai jadwal waktu makan, dengan selang seling antara puasa dan tidak puasa dalam periode jam.
Penting untuk diperhatikan bahwa puasa untuk menurunkan berat badan tidak cocok untuk semua orang.
Mereka yang memiliki kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti diabetes, atau mereka yang sedang menjalani pengobatan untuk tekanan darah tinggi atau penyakit jantung harus menghindari puasa intermiten.
Karena dengan berpuasa intermiten tanpa berdiskusi dengan dokter atau ahli gizi, dapat menyebabkan kadar glukosa darah mereka turun atau meningkat secara berbahaya.
Belum lagi risiko kekurangan elektrolit.
5. Mitos: diet sangat rendah lemak adalah cara terbaik untuk menurunkan berat badan.
Keberadaan lemak sangat penting bagi tubuh kita untuk tetap sehat, karena membantu membangun membran sel dan hormon, dan membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K yang larut dalam lemak.
Banyak diet rendah lemak dilakukan hanya mengganti kalori lemak dengan karbohidrat dan gula yang diproses tinggi.
Tentu saja ini tidak efektif dan tidak akan meningkatkan kualitas makanan secara keseluruhan.
Penelitian juga menunjukkan bahwa diet sangat rendah lemak hanya sedikit menurunkan berat badan di tahun pertama program diet.
Hal ini menunjukkan bahwa diet sangat rendah lemak bukanlah diet terbaik sebagi strategi penurunan berat badan jangka panjang. (*/Lis)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/diet_20180804_081048.jpg)