Jumat, 15 Mei 2026

Properti

Summarecon Bukukan Pendapatan Sebesar Rp 5,94 Triliun

Unit pengembangan bisnis properti menjadi kontributor terbesar bagi kinerja Perseroan dengan kontribusi 61 persen dari total pendapatan 2019.

Tayang:
Editor: Ichwan Chasani
dok. Summarecon
PT Summarecon Agung Tbk. (Summarecon) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Plaza Summarecon, Jakarta, Rabu (12/8/2020). Dari kiri ke kanan: Herman Nagaria (Director), Soegianto Nagaria (Director), Adrianto P. Adhi (President Director), Lydia Tjio (Director), Lexy Arie Tumiwa (Independent Commissioner). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) membukukan pendapatan sepanjang tahun 2019 sebesar Rp 5,94 triliun, meningkat sebesar 5 persen dari tahun sebelumnya.

Direksi Perseroan juga melaporkan, sepanjang tahun 2019 Perseroan dapat membukukan pra-penjualan pemasaran sebesar Rp4,1 triliun melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp4,0 triliun

Rinciannya, penjualan rumah mencapai 66 persen, apartemen 14 persen, ruko 12 persen, dan kavling sebesar 8 persen.

Adrianto P. Adhi, President Director Summarecon saat Public Expose yang berlangsung secara virtual di Plaza Summarecon, Jakarta, mengungkapkan bahwa unit pengembangan bisnis properti menjadi kontributor terbesar bagi kinerja Perseroan dengan kontribusi 61 persen dari total pendapatan 2019.

“Unit pengembangan bisnis properti mencatat pendapatan Rp 3.617 miliar, meningkat sebesar Rp181 miliar atau 5 persen jika dibandingkan dengan pendapatan tahun 2018 sebesar Rp3.436 miliar,” ungkap Adrianto P. Adhi, dalam pernyataan resminya, Rabu (12/8/2020).

Menurutnya, kawasan Serpong masih merupakan kontributor pendapatan terbesar dengan kontribusi 40 persen dari total pendapatan unit bisnis pengembangan properti.

Sementara unit bisnis investasi dan manajemen properti memberi kontribusi 27 persen dari total pendapatan, yaitu mencapai Rp1.599 miliar.

Pendapatan dari kedua unit bisnis ini mencapai Rp Rp1.599 miliar atau 27 persen dari total pendapatan perusahaan. Angka pendapatan mengalami kenaikan Rp 107 miliar atau 7 persen jika dibandingkan dengan tahun 2018.

“Sebagai unit bisnis yang memberikan stabilitas pendapatan berulang, Perseroan akan terus melanjutkan pertumbuhan unit bisnis ini,” ujar Adrianto P. Adhi.

Beberapa segmen bisnis lainnya, termasuk hotel, klub rekreasi, manajemen pengelolaan kota dan berbagai fasilitas lainnya untuk mendukung kota terpadu, mencatat pendapatan Rp726 miliar, turun Rp8 miliar (1 persen) dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara kolektif segmen bisnis ini menyumbang 12 persen dari total pendapatan Perusahaan selama 2019 dan hanya 5 persen dari total laba usaha.

Terkait kondisi saat ini, Adrianto memperkirakan perlambatan ekonomi juga akan berpengaruh secara signifikan terhadap penjualan properti di tahun ini.

“Namun kami percaya segala peluang selalu dapat diraih. Selain itu, pemerintah juga menyediakan berbagai insentif dan kebijakan untuk meningkatkan perekonomian diantaranya penurunan tingkat suku bunga dan keringanan pajak,” ujarnya.

Adrianto menyebut, Summarecon juga senantiasa beradaptasi dan berinovasi untuk menghadirkan produk-produk yang menarik.

“Kami melakukan perubahan kegiatan promosi dan marketing seperti memaksimalkan penggunaan teknologi digital dan media sosial untuk mengenalkan produk-produk kami kepada masyarakat,” pungkasnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved