Jumat, 24 April 2026

Kesehatan

Berikut Ini 7 Manfaat Minum Air Kunyit dan Air Hangat Secara Rutin

Masyarakat di masa pandemi virus corona atau Covid-19 perlu pahami manfaat air kunyit dan air hangat.

Editor: PanjiBaskhara
Healthline
Ilustrasi kunyit 

Semua partisipan menerima penilaian kognitif standar pada awal penelitian dan pada interval enam bulan. Mereka juga dipantau kadar kurkumin dalam darahnya pada awal penelitian dan setelah 18 bulan.

Sebanyak 30 orang partisipan menjalani pemindaian positron emission tomography (PET), untuk menentukan tingkat amiloid di otak mereka pada awal penelitian dan setelah 18 bulan.

Hasilnya, mereka yang mengonsumsi kurkumin mengalami perbaikan signifikan dalam ingatan dan kemampuan perhatian mereka, sementara subjek yang menerima plasebo tidak mengalami hal ini.

Dalam tes ingatan, orang yang menerima kurkumin, ada peningkatan 28 persen.

Mereka yang mengonsumsi kurkumin juga membaik suasana hatinya dan pemindaian PET otak mereka menunjukkan sinyal amyloid yang jauh lebih sedikit di amigdala dan hipotalamus daripada mereka yang menggunakan plasebo.

Amigdala dan hipotalamus adalah daerah otak yang mengendalikan beberapa memori dan fungsi emosional.

Empat orang yang menerima kurkumin, dan dua orang mengambil plasebo mengaku mengalami efek samping ringan seperti sakit perut dan mual, kata periset.

"Hasil ini menunjukkan bahwa mengambil bentuk kurkumin yang relatif aman bisa memberi manfaat kognitif yang berarti selama bertahun-tahun," kata Small seperti dilansir laman Indian Express.

Ampuh Mengobati Rheumatoid Arthritis atau Radang Sendi

Rheumatoid arthritis adalah peradangan sendi atau radang sendi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri.

Akibat kondisi autoimun jangka panjang tersebut akan menyebabkan nyeri dan kekakuan pada sendi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bumbu rempah yang ada di dapur Anda yakni kunyit dapat membantu meringankan gejala peradangan pada kondisi ini.

Kunyit adalah bahan umum dalam banyak hidangan, termasuk kari.

Bumbu dapur ini juga memiliki sejarah panjang dalam pengobatan tradisional.

Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa kunyit menawarkan beberapa manfaat kesehatan tubuh.

Secara khusus, kunyit mengandung senyawa yang disebut curcumin, yang memiliki sifat anti-inflamasi yang bermanfaat bagi penderita rheumatoid arthritis (RA).

Bisakah kunyit membantu meringankan gejala Rheumatiod arthritis?

Kunyit atau Curcuma longa adalah bumbu kuning atau oranye cerah yang populer sebagai bumbu rempah dalam berbagai hidangan makanan.

Kunyit juga memiliki tempat dalam praktik pengobatan tradisional di Timur.

Misalnya untuk mengobati masalah perut, penyakit kulit, kelainan darah, infeksi ringan, batuk, dan hati.

Para peneliti juga telah memelajari manfaat kesehatan potensial kunyit dan senyawanya dalam pengobatan Barat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa curcumin, salah satu senyawa aktif utama dalam kunyit, dapat menurunkan gula darah dan memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan antikanker.

Rheumatoid arthritis adalah kondisi autoimun, yang berarti bahwa sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan sendi yang sehat.

Serangan-serangan ini menyebabkan peradangan yang menyebabkan kerusakan tulang dan persendian di daerah yang terkena.

Oleh karena itu, sifat anti-inflamasi dan antioksidan alami kunyit bermanfaat bagi penderita Rheumatiod arthritis.

Hasil penelitian

Kunyit mengandung beberapa senyawa berbeda, termasuk curcumin.

Banyak penelitian ilmiah fokus meneliti curcumin ketimbang kunyit secara keseluruhan.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kunyit dan senyawanya dapat membantu meredakan gejala radang sendi, termasuk Rheumatoid arthritis.

Tinjauan sistematis tahun 2016 meneliti data dari delapan uji klinis acak yang menyelidiki efektivitas ekstrak kunyit dan curcumin untuk mengobati gejala artritis sendi.

Peneliti menyimpulkan bahwa 1.000 miligram (mg) curcumin setiap hari selama 8-12 minggu dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan akibat radang sendi, terutama osteoartritis.

Hasil juga menunjukkan bahwa ekstrak curcumin sama efektifnya dengan mengambil obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen (Advil) dan diclofenac (Voltaren).

Namun, peneliti menyatakan bahwa ukuran kecil dan kualitas sedang dari studi tersebut sehingga harus dilakukan penelitian lanjutan.

Sementara itu, mereka merekomendasikan penderita radang sendi menggunakan curcumin sebagai suplemen makanan di samping terapi konvensional.

Studi tahun 2017 yang melibatkan 36 orang dengan radang sendi menguji formulasi curcumin secara alami.

Setelah 90 hari perawatan, para peserta yang menggunakan curcumin melaporkan peningkatan signifikan dalam meredakan rasa sakit dan peradangan.

Studi tahun 2018 menyelidiki efek curcumin dalam uji coba tikus untuk radang sendi.

Penelitian menunjukkan bahwa curcumin mengurangi peradangan sendi dan kemerahan pada tikus-tikus ini dengan menghalangi proses pensinyalan intraseluler yang disebut jalur mTOR.

Peneliti menyimpulkan bahwa bukti sifat anti-rematik dari curcumin dan potensinya untuk mengobati radang sendi.

Namun, penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan untuk mengonfirmasi temuan tersebut.

Cara menggunakannya

Kunyit tersedia secara luas sebagai bubuk maupun dalam bentuk akar utuh.

Bubuk atau irisan akar dapat menjadi tambahan yang baik untuk berbagai makanan, termasuk kari, sup, dan hidangan nasi.

Banyak orang menggunakan kunyit parut untuk menyeduh teh herbal.

Berbagai kantong teh kunyit yang sudah dikemas juga tersedia.

Meskipun orang dapat menambahkan kunyit ke dalam makanan mereka dengan cara-cara ini, banyak penelitian tentang efek anti-rematik dari rempah-rempah fokus pada curcumin dalam bentuk suplemen makanan.

Ada banyak suplemen curcumin di pasaran, yang cenderung berbentuk kapsul atau tablet.

Produsen juga dapat menambahkan bahan lain, seperti lada hitam, untuk membuat senyawa lebih mudah digunakan tubuh.

Dosis yang dianjurkan untuk suplemen curcumin dapat bervariasi.

Peneliti merekomendasikan mengambil 1.000 mg curcumin setiap hari untuk mengobati gejala radang sendi.

Sebelum mengonsumsi suplemen curcumin, orang harus konsultasi ke dokter.

Efek samping dan risiko

Kunyit dan curcumin dapat menyebabkan efek samping ringan, seperti gangguan pencernaan atau sakit kepala, pada beberapa orang.

Individu yang peka terhadap zat ini dan mengonsumsi dosis sangat tinggi dapat mengalami gejala ruam, mual, dan diare.

Wanita yang sedang hamil atau menyusui harus konsultasi dokter sebelum mengonsumsi suplemen kunyit atau curcumin.

Kunyit juga dapat berinteraksi dengan beberapa obat, yang dapat membuatnya lebih atau kurang efektif.

Orang yang menggunakan pengencer darah harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan suplemen kunyit atau curcumin karena dapat mengganggu pembekuan darah.

Seperti halnya suplemen lain, ada risiko kontaminasi dengan logam berat, seperti timbal, sehingga sangat penting untuk membeli produk  dari produsen terkemuka.

Rheumatoid arthritis adalah kondisi jangka panjang yang dapat menyebabkan peradangan, nyeri, dan kekakuan pada persendian.

Semakin banyak bukti ilmiah menunjukkan bahwa kunyit dan senyawa utamanya, seperti curcumin, dapat membantu meringankan atau mencegah gejala radang sendi.

Meskipun kunyit dapat membantu meringankan gejala radang sendi, tidak ada cukup bukti untuk menunjukkan bahwa itu dapat menggantikan perawatan medis standar.

Diagnosis dan pengobatan Rheumatoid arthritis penting untuk mengurangi atau mencegah kerusakan sendi yang ireversibel.

(Bobo.id/Marcella Oktania/SumberLain/Indian Express/Medical News Today)

Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved