Kesehatan
Banyak Ibu Alami Tekanan Mental Saat Menyusui
Banyak Ibu Alami Tekanan Mental Saat Menyusui. Simak selengkapnya dalam berita ini.
Penulis: |
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Setelah melahirkan, salah satu periode penting dalam perjalanan seorang ibu adalah pemberian ASI (Air Susu Ibu).
ASI adalah makanan terbaik untuk bayi dan diberikan secara eksklusif sampai usia 6 bulan.
Badan Kesehatan Dunia (WHO No 55.25 thn 2002) menyebutkan standar emas makanan bayi dimulai dari IMD (inisiasi menyusui dini), ASI eksklusif sampai 6 bulan, makanan pendamping ASI (MPASI), ASI diteruskan sampai 6 bulan.
Meskipun menyusui adalah proses alami, tetapi prosesnya tidak selalu mudah. Survei yang dilakukan Teman Bumil menunjukkan, memberikan ASI menjadi hal yang menantang bagi para ibu, terutama yang baru pertama kali melakukannya.
• Nagita Slavina Beli Kucing dari Rusia dan Ukraina
Dalam survei bertajuk Kebiasaan Menyusui Ibu Milenial yang diadakan Teman Bumil pada 24 Juli hingga 4 Agustus 2020, pada 2.211 responden yang berpartisipasi. Sebanyak 52,9% mengaku mengalami tekanan mental saat memberikan ASI. Lebih banyak daripada yang mengalami tekanan fisik seperti kelelahan karena harus begadang merawat newborn.
Tekanan mental yang dimaksud di antaranya, khawatir ASI kurang, tekanan dari orang sekitar, dan tidak percaya diri bisa memberikan ASI. Adapun masalah menyusui yang paling sering dialami adalah puting lecet (65%) dan produksi ASI berkurang (47,4%).
Karena semua masalah ini, hampir semua ibu milenial dalam survei (98,7%) mengakui membutuhkan dukungan dari orang terdekat, yakni suami, keluarga, dan lingkungan kerja. Tanpa dukungan, mustahil mereka bisa sukses mengASIhi (memberikan ASI).
Dengan segenap tantangan tersebut, sebagian besar para ibu akhirnya menyerah untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan.
• Bagaimana Cara Menghindari Kanker Prostat? Berikut Ini Penjelasannya
Menurut data dan informasi Kementerian Kesehatan 2017, pemberian ASI eksklusif di Indonesia hanya 35%. Angka tersebut masih jauh dari rekomendasi WHO sebesar 50%.
Dr. Ameetha Drupadi, pakar laktasi menjelaskan bahwa untuk sukses mengASIhi, para ibu harus mulai mencari informasi dan pengetahuan mengenai ASI sejak usia kehamilan 28 minggu.
Dengan mencari informasi, setidaknya ibu tahu pentingnya ASI dan menyusui, manfaat menyusui bagi ibu dan bayi, cara dan teknik menyusui yang benar, hingga cara melakukan IMD saat persalinan.
“Informasi bisa diperoleh melalui konsultasi ke klinik laktasi dan dokter laktasi, atau mencari informasi seputar menyusui di aplikasi Teman Bumil,” jelas dr. Ameetha di acara talkshow breastfeeding week bersama Teman Bumilyang diadakan secara online, Senin (10/8/2020).
Posisi Bayi dan Perlekatan Mulut Bayi Ke Puting
Bagian terpenting dari keberhasilan menyusui adalah memposisikan dan melekatkan bayi dengan benar.
Bila posisi ini salah tidak hanya membuat bayi tidak kenyang, ibu juga merasakan sakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/menyusui117.jpg)