Jumat, 24 April 2026

Anggaran Terbatas, Anies Minta Dinas SDA Beli Alat Pengukur Curah Hujan yang Manua

Anies juga meminta kepada Dinas SDA untuk membeli alat pengukur curah hujan yang manual, bukan digital

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
YouTube Pemprov DKI Jakarta
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf saat paparan di rapat pimpinan (rapim) pengendalian banjir pada Senin (3/8/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku terkejut begitu mendengar kabar Ibu Kota tidak memiliki alat untuk mengukur curah hujan. Selama ini Pemprov DKI Jakarta mengandalkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Awal tahun ini, ketika saya mendengar bahwa kita ini tidak punya alat ukur. Itu saya betul-betul shock (terkejut),” kata Anies saat dikutip dari siaran YouTube Pemprov DKI Jakarta, akhir pekan kemarin.

“Bagaimana mungkin kota (DKI Jakarta) yang penuh dengan hujan, tidak punya alat ukur curah hujan dan kita selama ini mengandalkan pada alat-alat milik BMKG,” lanjut Anies.

Ini Gaji Gibran Rakabuming Per Bulan Jika Terpilih Sebagai Wali Kota Solo

Pemasukan Pajak Merosot Tajam Imbas Pandemi Covid-19, Target PAD Kota Bekasi pun Turun Rp 1 Triliun

Hal itu dikatakan Anies saat rapat pimpinan (rapim) pengendalian banjir pada Senin (3/8). Dalam kesempatan hadir Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah dan beberapa kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yang ada di DKI Jakarta.

Sikap Anies yang terheran itu usai melihat pemaparan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf. Dalam paparannya, Juaini mengusulkan untuk membeli alat ukur curah hujan sebanyak 10 unit pada tahun 2020.

Lukisan Mural Bertema Keberagaman di Flyover Rawa Panjang Memotivasi Masyarakat Hidup Berdampingan

Anies lalu menginstruksikan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah untuk menambah alat tersebut namun dengan harga yang lebih murah. Harapannya seluruh petugas di kelurahan DKI Jakarta dapat mengetahui curah hujan, sehingga upaya-upaya pencegahan banjir dapat segera dilakukan sedini mungkin. “Jadi, Pak Sekda sebaiknya ini jangan 10 lokasi. Ini coba dibuat sebanyak mungkin dengan harga semurah mungkin,” ujar Anies.

Dalam kesempatan itu, Anies juga meminta kepada Dinas SDA untuk membeli alat pengukur curah hujan yang manual, bukan digital. Anies menilai, alat yang diajukan oleh dinas terlalu canggih karena berbasis digital.

Hal ini berkaca pada situasi keuangan Pemprov DKI Jakarta yang dianggap terbatas akibat wabah Covid-19. Apalagi dana pengendalian banjir di Ibu Kota diperoleh dari pinjaman pemerintah pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Pesepeda Manfaat Kawasan Khusus Pesepeda di Kawasan Thamrin - Sudirman di Akhir Pekan

Pelajar SMA yang Jatuh Seusai Foto di Puncak Gunung Piramid Ditemukan Tewas

“Kalaupun belum bisa menggunakan alat yang advanced (maju) seperti ini Pak, sudahlah beli alat yang murah dan petugas kita data entry (memasukan data) pakai aplikasi,” ucapnya. “Jadi tidak harus kayak membeli layar proyektor yang (otomatis) gerak sendiri, yang penting (layarnya) putih dan bisa naik turun (walau) pakai tangan (manual),” tambahnya.

Data pasti

Anies memproyeksikan, seluruh wilayah Jakarta bakal memiliki alat pengukur curah hujan bila dinas membeli alat yang lebih murah. Anies juga yakin kemampuan alat itu tidak jauh berbeda dengan buatan sendiri, atau ketika dia praktikum membuat alat curah hujan saat duduk di kursi SMA beberapa puluh tahun silam.

“Tapi cara hitungnya betul, lalu petugas melakukan data entry sehingga seluruh kelurahan di Jakarta punya alat ukur curah hujan,” ungkapnya. Dengan begitu, kata dia, petugas dari seluruh wilayah Jakarta akan memiliki data pasti soal curah hujan di Ibu Kota.

Beda halnya bila DKI hanya memiliki 10 alat saja seperti yang diajukan Dinas SDA. “Kalau cuma seperti ini (10 alat), niat nggak kita menyelesaikan banjir. Kalau niat yah seluruh wilayah kita punya alatnya,” ujarnya.

Rumah pompa

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta berencana membeli 10 alat ukur curah hujan pada 2020. Selama ini Pemprov DKI Jakarta mengandalkan prakiraan hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved