Sabtu, 9 Mei 2026

Ledakan di Beirut

Polisi Siprus Lacak dan Interogasi Warga Rusia Terkait Kargo Amonium Nitrat Terbengkalai di Beirut

Juru bicara Kepolisian Siprus mengatakan seseorang, yang namanya dirahasiakan, telah diinterogasi di rumahnya di Siprus pada Kamis (6/8/2020) malam.

Tayang:
EPA/aljazeera.com
Bangunan di sekitar pusat ledakan dahsyat di Beirut Lebanon pada Selasa (4/8/2020) petang luluh lantak mengalami kerusakan parah. 

Korban jiwa bertambah menjadi 135 orang

Orang berlarian menjauh dari ledakan di Beirut, Selasa, 4 Agustus 2020
Orang berlarian menjauh dari ledakan di Beirut, Selasa, 4 Agustus 2020 (Reuters/Aljazeera.com)

Sementara itu, korban jiwa akibat ledakan pada Selasa (4/8/2020) di gudang raksasa di Beirut, Lebanon, bertambah menjadi sedikitnya 135 orang.

Sejumlah tim penyelamat negara itu pada Rabu (5/8) mengangkati jasad-jasad dari reruntuhan serta terus melakukan pencarian terhadap para warga yang hilang di antara gedung-gedung yang roboh.

Menteri Kesehatan Hamad Hassan mengatakan lebih dari 5.000 orang cedera dalam ledakan di pelabuhan Beirut itu.

Hassan mengatakan puluhan ribu orang masih hilang.

 Turki dan Rusia: Musim Tentara Bayaran

Selain itu, kata Hassan, sekitar 250.000 orang kehilangan tempat tinggal setelah beberapa ledakan susulan mengguncang banyak bangunan hingga berbagai perabotan terlempar ke jalanan dan pecahan kaca-kaca jendela berhamburan.

Jumlah korban tewas akibat ledakan diperkirakan akan terus meningkat.

Sementara itu, Perdana Menteri Hassan Diab telah menyatakan keadaan berkabung selama tiga hari mulai Kamis.

Beberapa pejabat mengatakan ledakan itu terjadi akibat timbunan bahan peledak yang sangat berbahaya disimpan selama bertahun-tahun dalam lingkungan yang tidak aman di pelabuhan itu.

 PPP Pastikan Imam Budi Hartono Jadi Balon Wakil Wali Kota Depok Dampingi Mohammad Idris

Presiden Michael Aoun mengatakan bahwa, ketika disita, 2.750 ton amonium nitrat, bahan yang digunakan untuk membuat pupuk dan bom, telah disimpan selama enam tahun di pelabuhan itu tanpa langkah keselamatan.

Ia mengatakan pemerintah "bertekad menyelidiki dan segera mengungkapkan apa yang terjadi, mengadili orang-orang yang lalai untuk mempertanggungjawabkan tindakannya."

Uni Eropa terjunkan tim SAR ke Beirut

Uni Eropa sedang menerjunkan tim SAR ke Beirut setelah ledakan mematikan mengguncang pelabuhan kota tersebut, seperti diumumkan pada Rabu (5/8/2020).

 Kader PKS Solo Dicopot Gara-gara Pakai Baju Pendukung Gibran, Ternyata Ini Alasannya

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved