Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Betah di RLC Kota Tangsel, Balita Tak Mau Pulang Setelah Dinyatakan Sembuh

Suhara menyatakan bahwa dari sembilan orang itu terdapat juga santriwati dan ada beberapa PNS yang bekerja di Jakarta tapi tinggal di Tangsel.

Wartakotalive.com/Rizki Amana
Pasien kembali dipulangkan dari RLC Kota Tangsel pada Kamis (6/8/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Rumah Lawan Covid-19 Kota Tangerang Selatan (RLC Kota Tangsel) kembali memulangkan sembilan penghuninya usai dinyatakan sembuh dari infeksi Covid-19.

"Kami bersyukur RLC Kota Tangsel kembali dapat memulangkan 9 orang yang terdiri ada satu keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dan dua anak," kata Koordinator RLC Kota Tangsel, Suhara Manullang, Kamis (6/8/2020).

Suhara menyatakan bahwa dari sembilan orang itu terdapat juga santriwati salah satu pesantren dan ada beberapa PNS yang bekerja di Jakarta tapi tinggal di Tangerang Selatan.

Dari kesembilan pasien yang dinyatakan sembuh itu terdapat satu keluarga yang beranggotakan lima orang.

Muhamad Jaelani (39) selaku Kepala Keluarga (KK) mengatakan, ia bersama keluarga senang saat mengisolasi diri dan mendapatkan perawatan medis di RLC Kota Tangsel.

Sebab, dirinya sempat merasa mendapat tekanan dari lingkungannya saat mengetahui keluarganya itu positif mengidap Covid-19.

Bahkan anaknya yang masih balita enggan pulang dari RLC Kota Tangsel usai dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang ke kediamannya.

"Ini anak saya pas pertama datang dia tahunya hotel di sini. Pas tadi mau pulang dia minta balik lagi aku betah di sini," tutur Muhamad Jaelani.

Muhamad Jaelani menceritakan keluarganya dinyatakan positif mengidap Covid-19.

LPSK-BNPT Susun Strategi Implementasi PP 35/2020 

Walikota Surabaya Tri Rismaharini Sebut Renovasi Stadion Gelora Bung Tomo Sudah Hampir Rampung

Menurutnya, hal ini bermula saat dirinya mengikuti rapid test sebagai syarat dirinya agar dapat melaksanakan aktivitas pekerjaannya di salah satu perusahaan.

"Awalnya tuntutan kantor, karena kan kalau masuk kantor itu harus ada rapid test. Nah satu, dua kali kan sistemnya dua minggu sekali pas ketiga ternyata saya reaktif," kata Jaelani.

Hasil reaktif yang didapat, dirinya langsung memutuskan untuk melakukan swab test di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Jaelani pun terkaget karena hasil swab test menunjukan dirinya positif Covid-19 meski tak ada gejala yang dirasakannya.

"Jumat saya swab test langsung hari Sabtu saya dikabarkan kalau saya positif. Saya disarankan isolasi dulu di rumah. Sekitar tiga hari di rumah, Puskesmas suruh swab test sekeluarga ternyata positif. Akhirnya dari pihak Puskesma diarahkan di isolasi ke sini," jelasnya.

Diketahui, sejak dioperasikannya pada pertengahan bulan April 2020 lalu RLC Kota Tangsel telah merawat 211 pasien diantaranya 17 orang masih menjalani isolasi dan perawatan medis.  (m23)

Penulis: Rizki Amana
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved