Virus Corona

418.000 Orang di DKI Jakarta Telah Menjalani Pemeriksaan Terkait Covid-19

Jumlah laboratorium milik pemerintah pusat ada 17 lab dengan kemampuan pemeriksaan 2.660 sampel per hari

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar kegiatan rapid test dan swab test massal di Gelanggang Olah Raga (GOR) Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (20/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat ada 418.000 orang telah diperiksa terkait Covid-19. Angka itu tercatat mulai awal Maret 2020 atau sejak kasus itu ditemukan sampai Selasa (4/8/2020).

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, spesimen diperiksa oleh laboratorium (lab) milik pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan swasta. Tercatat ada 54 laboratorium jejaring yang dapat mendeteksi Covid-19 berdasarkan spesimen yang ada di DKI Jakarta.

Ini Resep Keberhasilan yang Diterapkan RSUD Kota Tangerang Sehingga Banyak Pasien Covid yang Sembuh

Pengamat Sebut Pilwalkot Tangsel 2020 Pertarungan Dinasti Para Gajah

“Tentu ini nggak mungkin hanya dikerjakan oleh laboratorium kami saja. Kami bahu-membahu dengan instansi lain, sehingga kapasitas lab kami ada 10.917 per hari,” kata Widyastuti seperti dikutip dari YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (5/8/2020).

Menurut dia, komposisi pembiayaannya pemeriksaaan itu sebesar 45,98 persen atau 5.020 sampel dibayar pemerintah daerah alias gratis. Sedangkan 54,02 persen atau 5.897 sampel yang ada di laboratorium swasta dibayar secara mandiri oleh masyarakat.

“Alhamdulillah warga DKI sudah menunjukkan kemandirian untuk testing melalui laboratorium dan rumah sakit milik swasta,” ujar Widyastuti.

Berdasarkan paparannya, untuk jumlah laboratorium milik pemerintah pusat ada 17 lab dengan kemampuan pemeriksaan 2.660 sampel per hari. Kemudian milik Pemprov DKI Jakarta ada empat laboratorium, dan tiga laboratorium kontainer (mobile) dengan kemampuan pemeriksaan 2.360 sampel.

Kronologi Sepeda Motor Pengangkut Gas Elpiji Terbakar di Jatinegara

Gibran Didampingi FX Hadi Rudyatmo Sowan ke Rumah Megawati, Puan Maharani: Selamat Berjuang

Kemudian untuk laboratorium swasta ada 29 lokasi dengan kemampuan pemeriksaan 4.917 sampel. Lalu laboratorium BUMN ada empat lokasi dengan kemampuan pemeriksaan 980 sampel. “Kami berkolaborasi untuk penguatan ini dengan instansi lain, dan kami bersyukur sekali,” katanya.

Terstruktur

Tenaga kesehatan di Pemprov DKI Jakarta memiliki pengalaman dalam menangani penyakit menular. Karena itu, kata Widyastuti, penanganan wabah Covid-19 di Jakarta dapat lebih terstruktur dari upaya tracing (melacak), testing (pengetesan), dan treatment (pengobatan).

Menurutnya, tenaga kesehatan DKI pernah menangani wabah flu burung dan difteri beberapa tahun lalu. Atas pengalaman itu, mereka sudah mengetahui cara untuk mendeteksi dini penularan melalui upaya tracing.

Pool Damri Kemayoran Gelar Rapid dan Swab Massal Bagi Para Sopir Bus Pasca Mudik Lebaran

VIDEO: Sekda Depok Optimis Masih Bisa Maju di Pilkada 2020

“Jadi begitu ada laporan kasus positif dari rumah sakit ke Dinas Kesehatan. Kami secara sistem menyampaikan kepada teman-teman di Puskesmas,” kata Widyastuti.

Dikatakan, dengan pola komunikasi yang baik, tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas tingkat kecamatan bisa mendata warganya di wilayah masing-masing. Bahkan petugas akan melacak dan mengetes orang yang pernah berkontak erat dengan pasien Covid-19 sejak 14 hari terakhir. “Nanti teman-teman puskesmas akan melakukan tracing dengan swab test,” ujar Widyastuti.

Sumber: WartaKota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved