Breaking News:

Berita Jakarta

Janda Tiga Anak Jadi Sopir Komplotan Pembobol ATM BNI, Ditangkap Polisi

Janda tiga anak tersebut bertugas sebagai sopir dan mengawasi Moko beraksi. Sedangkan Line tugasnya juga mengawasi orang datang.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dodi Hasanuddin
Warta Kota/ Budi Sam Law Malau
KOnferensi pers ungkap kasus curat dan curas di Mapolda Metro Jaya, Senin (3/8/2020). 

"Modusnya, S alias Moko, selaku eksekutor melakukan tarik tunai pada mesin ATM BNI seperti biasa. Namun ketika mesin ATM tersebut mulai beroperasi menghitung uang, pelaku menyodok atau mengganjal lubang tempat keluar uang di mesin ATM dengan obeng," kata Yusri.

Sehingga mesin ATM tersebut berhenti beroperasi.

"Jadi pelaku merusak sistem di mesin ATM. Saat diganjal dengan obeng itulah pelaku mengambil uang di dalam mesin menggunakan alat berupa kawat dan pinset yang sudah dimodifikasi. Sementara saldo di rekening ATM pelaku tidak berkurang," kata Yusri.

Menurut Yusri, jika S alias Moko adalah eksekutor maka dua pelaku lainnya yang dibekuk memiliki peran lain.

"Sementara P alias Line berperan mengawasi jika ada orang yang datang. Sedangkan YR alias Ririn, seorang janda 3 anak, berperan sebagai driver sekaligus mengawasi," kata Yusri.

YR alias Ririn kata Yusri diketahui janda tiga anak yang berprofesi sebagai sopir mobil rental.

"S ini pernah jadi pelanggan mobil rental yang disopiri YR alias Ririn. Karena itulah, kemudian Ririn diajak membobol mesin ATM oleh S," kata Yusri.

Saat ini kata Yusri pihaknya tengah mendalami kasus ini dan memburu dua pelaku lainnya yang buron.

Karena perbuatannya kata dia para pelaku akan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved