Kamis, 30 April 2026

Berita Internasional

Resmi, Pangeran Arab Saudi Batal Membeli Klub Newcastle United

Amnesty International sudah mendesak pengurus Liga Utama Inggris untuk menolak proposal dari Arab Saudi tersebut

Tayang:
Penulis: |
Talk Sport
Ilustasi - Newcastle United rayakan kemenangan atas Bournemouth 

Wartakotalive, Jakarta - Dunia persepakbolaan Inggris sempat heboh gara-gara pangeran Arab Saudi berniat serius membeli klub Newcastle United, tapi setelah berbulan-bulan tak ada finalisasi, akhirnya niat itu dibatalkan.

Pembeli klub itu tergabung dalam sebuah konsorsium atau grup, yang terdiri dari tiga pemodal.

Pemodal terbesar adalah Public Investment Fund (PIF) atau lembaga investasi pemerintah Arab Saudi yang dikendalikan oleh Mohammed bin Salman (MBS), putra mahkota negara kerajaan itu.

Pemodal berikutnya adalah PCP Capital Partners dan Reuben Brothers, keduanya berbasis di Inggris.

Konsorsium pemodal ini dikabarkan sudah menyodorkan tawaran kepada pemilik klub, Mike Ashley, sebesar 391 juta dolar AS atau sekitar Rp 5,7 trilun (asumsi dolar AS ke rupiah sekitar Rp 14.600).

Sebanyak 80 persen dari angka tersebut berasal dari PIF, sedangkan dua mitranya masing-masing menyetor 10 persen.

Setelah kabar rencana pembelian itu berhembus sejak beberapa bulan lalu, hari ini muncul pernyataan dari konsorsium tersebut bahwa rencana pembelian itu dibatalkan.

"Dengan penghargaan yang dalam kepada masyarakat Newcastle, dan atas pentingnya klub sepakbolanya tersebut, kami sampai pada keputusan untuk menarik minat kami membeli Newcastle United Football Club," demikian bunyi pernyataan pers grup tersebut, yang dikutip aljazeera.com, Jumat, 31 Juli 2020.

Menurut konsorsium tersebut, proses pembelian yang bertele-tele serta ketidakpastian global saat ini, menyebabkan rencana investasi di klub bola tersebut tidak layak lagi.

Proposal pembelian klub tersebut memang sudah dibahas oleh dewan pengurus Liga Premier.

Pembahasan menyangkut kelayakan dalam banyak aspek dari calon pemilik.

Bos Liga Premier Richard Masters bulan lalu sudah mengisyaratkan bahwa rencana pengambilalihan kepemilikan Newcastle United rumit sekali.

"Selama proses yang berkepanjangan tersebut, kesepakatan bisnis kami dengan pemilik klub menjadi kedaluwarsa, dan perhitungan investasi kami sudah tak lagi bisa diteruskan," tambah pernyataan konsorsium tersebut.

PUTRA Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman
PUTRA Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (AFP/la-croix.com)

Ada sejumlah hal yang menjadikan proses pembelian itu bertele-tele. Dua hal yang menonjol adalah tuduhan pembajakan hak siar Liga Inggris yang dilakukan Arab Saudi, serta hak asasi manusia.

Perkara hak asasi sangat kuat disuarakan oleh Amnesty International, yang berkedudukan di London, Inggris.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved