Breaking News:

Berita Internasional

Resmi, Pangeran Arab Saudi Batal Membeli Klub Newcastle United

Amnesty International sudah mendesak pengurus Liga Utama Inggris untuk menolak proposal dari Arab Saudi tersebut

Talk Sport
Ilustasi - Newcastle United rayakan kemenangan atas Bournemouth 

Pembahasan menyangkut kelayakan dalam banyak aspek dari calon pemilik.

Bos Liga Premier Richard Masters bulan lalu sudah mengisyaratkan bahwa rencana pengambilalihan kepemilikan Newcastle United rumit sekali.

"Selama proses yang berkepanjangan tersebut, kesepakatan bisnis kami dengan pemilik klub menjadi kedaluwarsa, dan perhitungan investasi kami sudah tak lagi bisa diteruskan," tambah pernyataan konsorsium tersebut.

PUTRA Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman
PUTRA Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (AFP/la-croix.com)

Ada sejumlah hal yang menjadikan proses pembelian itu bertele-tele. Dua hal yang menonjol adalah tuduhan pembajakan hak siar Liga Inggris yang dilakukan Arab Saudi, serta hak asasi manusia.

Perkara hak asasi sangat kuat disuarakan oleh Amnesty International, yang berkedudukan di London, Inggris.

Amnesty International sudah mendesak pengurus Liga Utama Inggris untuk menolak proposal dari Arab Saudi tersebut.

Alasannya, karena sang pengendali PIF yakni pangeran Mohammed bin Salman, terlibat dalam sejumlah pelanggaran hak asasi manusia.

Kasus pelanggaran hak asasi manusia yang diduga kuat dilakukan oleh MBS adalah pembunuhan terhadap wartawan koran Washington Post Jamal Khashoggi di konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018.

Jamal Khashoggi adalah warga Arab Saudi yang kerap menyuarakan kritik terhadap pemerintah Arab Saudi.

Ia kemudian bermukim di Amerika Serikat, dan meneruskan kritikannya melalui media.

Halaman
123
Penulis:
Editor: Bambang Putranto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved