Breaking News:

Hati-hati, Kini di Indonesia ada Temuan Narkoba Dicampur Permen Jeli, ini Kata BNN

Narkoba varian baru tersebut mengandung tetrahidrokanabinol atau senyawa utama yang biasa ditemukan di dalam ganja.

Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari saat menunjukkan lembar dokumen permen narkoba kiriman dari Inggris. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Narkoba varian baru masuk ke Indonesia. 

Yaitu narkoba varian baru yang dicampur ke bahan dasar permen jeli.

Narkoba varian baru itu dikirim dari Inggris.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan narkoba tersebut mengandung tetrahidrokanabinol atau senyawa utama yang biasa ditemukan di dalam ganja.

 Ketika Sang Cucu Pakubuwono XII Tantang Gibran di Pilkada Solo, Lawan Dinasti Politik

 Survei SMRC:73 Persen Warga Percaya Erick Thohir Mampu Pimpin Tugas Komite Pulihkan Ekonomi Nasional

"Ada seseorang yang memesan narkotika jenis tetrahidrokanabinol untuk dikonsumsi sendiri. Varian ini baru sekali kita temukan di Indonesia," kata Arman di kantor BNN, Kamis (30/7/2020).

Dari hasil pemeriksaan BNN terhadap warga negara Indonesia yang memesan, narkoba dikonsumsi layaknya permen jeli biasa.

Saat dikonsumsi dengan cara diemut, kandungam jeli melumer sehingga senyawa tetrahidrokanabinol larut dan dicerna tubuh.

"Kalau kita masukkan ke dalam mulut, dia akan lumer. Uang kita temukan ini warna kuning, hijau cerah dan ada pink ini sangat menarik," ujarnya.

Arman menuturkan pemesan yang kini sudah berstatus tersangka dan ditahan memesan narkoba jeli dalam paket sekitar 60 kilogram.

 Dapat Dukungan 21.063 Suara, Pasangan Tukang Jahit dan Ketua RW ini Siap Lawan Gibran di Pilkada

 Selesaikan Edit 4 Video Sebelum Ditemukan Tewas, Ayah Editor Metro Tv Sebut tidak Mungkin Depresi

Namun saat jumpa pers di pelataran kantor BNN Cawang dia tak bisa menunujukkan barang bukti secara langsung ke media.

Pasalnya jeli bakal melumer dalam suhu panas sehingga harus disimpan di laboratorium agar bisa diteliti lebih lanjut oleh BNN.

"Barang buktinya ada di laboratorium, sedang diuji untuk mengetahui efeknya ke tubuh seperti apa. Tersangkanya sekarang sakit, jadi tidak bisa kita hadirkan," tuturnya. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved