Minggu, 7 Juni 2026

Berita Internasional

Filipina dan Malaysia Ribut Lagi Soal Kepemilikan Sabah

Sabah adalah, dan selamanya, bagian dari Malaysia, kata Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein

Tayang:
Penulis: |
scmp.com
Lokasi Sabah yang disengketakan Malaysia dan Filipina 

Wartakotalive, Jakarta - Dua negara tetangga Indonesia, Malaysia dan Filipina, kembali meributkan soal kepemilikan Sabah, salah satu negara bagian Malaysia.

Perkara muncul setelah Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Jnr mengeluarkan pernyataan di Twitter pada Senin, 27 Juli 2020.

"Sabah bukan di Malaysia, jika Anda berniat sesuatu dengan Filipina".

Kalimat ini menanggapi sebuah surat dari kedutaan Amerika Serikat di Filipina yang menyebut wilayah yang terletak di antara dua negara tersebut adalah bagian dari Malaysia.

Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein, hari ini menanggapi melalui Twitter juga.

Wartakotalive, Jakarta - Dalam tanggapan tersebut ia menyebut akan memanggil duta besar Filipina di Kuala Lumpur untuk dimintai keterangan pada Senin mendatang.

"Itu pernyataan yang tidak bertanggung jawab, yang memengaruhi hubungan bilateral," kata Hishammuddin, yang dikutip scmp.com, Kamis, 30 Juli 2020.

"Sabah adalah, dan selamanya, bagian dari Malaysia".

Menlu Locsin pun langsung menyambar pernyataan Hishammuddin. Ia juga akan memanggil duta besar Malaysia di Manila.

"Tidak boleh satu negara mengasih tahu negara lain tentang boleh dan tidak boleh bicara sesuatu yang kemudian hari terbukti memang miliknya".

Juru bicara Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Harry Roque juga ikut nimbrung.

Menlu Filipina Teodoro Locsin Jnr dan Menlu Malaysia Hishammuddin Hussein
Menlu Filipina Teodoro Locsin Jnr dan Menlu Malaysia Hishammuddin Hussein (scmp.com)

Ia kembali menekankan bahwa Sabah adalah milik Filipina. "Namun, kami mengakui masalah ini seharusnya tidak memengaruhi hubungan kami dengan Malaysia".

Rebutan wilayah Sabah ini sudah menjadi masalah laten selama lebih dari enam dekade dalam hubungan bilateral Filipina-Malaysia.

Berdasarkan sejarah, sekitar 300 tahun lalu, sultan Negara Islam Sulu memerintah atas Sabah dan Kepulauan Sulu yang berada di wilayah selatan Filipina.

Pada tahun 1878, sultan Sulu menandatangi perjanjian dengan penjajah Inggris, yang isinya menyerahkan wilayah Sabah, yang berada di bagian utara Pulau Borneo (Kalimantan).

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved