eSports
Dominasi EVOS Legends dan RRQ Hoshi di MLBB Bisa Diakhiri
Dominasi EVOS Legends dan RRQ Hoshi di divisi MLBB tidak akan berlangsung selamanya. Selalu ada tim lain yang mampu merebut gelar juara dari mereka.
Penulis: Merdisikandar | Editor: Merdisikandar
Pelatih baru divisi Mobile Legends tim Aura eSports, Sean “Hades” Goh, percaya peta kekuatan tim yang bersaing di turnamen Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Indonesia akan berubah.
Dia yakin dominasi EVOS Legends dan Rex Regum Qeon (RRQ) Hoshi di divisi MLBB tidak akan berlangsung selamanya.
Dalam satu tahun terakhir, turnamen MLBB di Indonesia dan dunia dikuasai oleh EVOS dan RRQ.
EVOS mendominasi dunia dengan menjuarai Mobile Legends World Championship 2019 (M1), setelah menjadi yang terbaik di Mobile Legends Professional League (MPL) Season 4.
Pada season berikutnya giliran RRQ yang menjadi juara dan kemudian tim itu meraih trofi MPL Invitational 4 Nation Cup.
Turnamen tersebut diikuti oleh tim-tim MLBB terbaik di empat negara di Asia Tenggara.
Jika diibaratkan di dalam kompetisi sepak bola, EVOS dan RRQ bagaikan Real Madrid dan Barcelona di La Liga Spanyol.
Tim tersebut selalu mendominasi perolehan trofi juara di negaranya, bahkan Eropa.
Namun, Real dan Barcelona tidak selalu mendominasi La Liga, apalagi Liga Champions.
Selalu ada tim lain yang mampu merebut gelar juara dari dua tim itu. Meski hal itu tidak sering terjadi.
Hal ini juga yang menjadi dasar keyakinan Hades dalam menanamkan pola pikir dan cara pandang kepada para pemain Aura eSports menjelang menghadapi MPL Season 6.
“Sangat penting bagi para pemain untuk bisa memiliki kepercayaan diri yang cukup dan menyadari bahwa kejayaan tim-tim besar seperti RRQ Hoshi dan EVOS Legends akan berakhir. Setiap dinasti pasti akan berakhir,” ucap Hades, seperti dikutip laman ONE eSports.
“Aura eSports juga bisa memiliki dinasti mereka sendiri. Semua ini adalah tentang bagaimana cara Aura mengambil alih dinasti tersebut,” imbuh Hades.
Terancam negara lain
Tahun 2019 merupakan tahun kejayaan tim eSports Indonesia yang bertarung di turnamen MLBB.
Dua turnamen international paling bergengsi pada tahun itu, yaitu M1 World dan Mobile Legends Southeast Asian Cup (MSC) 2019 disabet oleh tim dari Indonesia.
Final MSC 2019 mempertemukan dua tim dari Indonesia, yaitu ONIC eSports dan Louvre eSports.
Begitu pula dengan M1 World 2019, ditutup dengan laga El Clasico, yang mempertemukan RRQ Hoshi dan EVOS Legends.
Namun, kejayaan tim Indonesia itu mulai terancam oleh tim-tim lain dari luar Indonesia.
Berkaca pada turnamen skala Asia Tenggara yang sudah dan sedang berjalan, banyak kekuatan-kekuatan baru yang bisa meruntuhkan kekuasaan tim-tim Indonesia di turnamen MLBB.
Di MPL Invitational 4 Nation Cup 2020, yang baru saja selesai, RRQ keluar sebagai juara.
Namun, wakil-wakil Indonesia di turnamen itu sudah di rontok di fase awal. Bigetron Alpha dan Geek Fam gagal lolos fase grup, Alter Ego gugur di putaran pertama play-off, kemudian disusul ONIC Esports.
Hanya EVOS Legends yang terbilang cukup baik, karena bisa finish di posisi keempat. Namun, pencapaian itu dirasa kurang, karena mereka merupakan pemegang titel juara M1 2019.
Sementara di turnamen skala Asia Tenggara yang sedang berlangsung, Mytel International Championship Series, dua tim kuda hitam tampil impresif di sana.
Tim pertama adalah Imphunity KH. Tim asal Kamboja itu bisa mengalahkan RRQ Sena. Kemudian ada VEC Vietnam, yang menyapu bersih semua laga di fase grup.
Hal itu menunjukkan bahwa dominasi Indonesia di MLBB bisa digusur tim dari negara lain.
Menurut roster EVOS Legends, Raihan Delvino Ardy alias Bajan, ancaman terbesar justru datang dari Filipina.
“Peta kekuatan Asia Tenggara sudah berbeda, mulai merata. Tim-tim Filipina merupakan ancaman terbesar, karena skill mekanik mereka udah gak ada obatnya,” tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/evos-legends-juara.jpg)