Breaking News:

Virus Corona

Pakar Amerika Khawatir Jika Vaksin Covid-19 Tidak Bisa Diwujudkan: Harus Ada Rencana Cadangan

Amerika Serikat mengumumkan segera akan mengetes vaksin Covid-19, namun belum diketahui keberhasilannya.

HANDOUT / ZYDUS CADILA / AFP
Hasil studi awal para ilmuwan Kings's College di Inggris menunjukkan kekebalan yang dimiliki pasien sembuh dari Covid-19 hanya bertahan beberapa bulan. Foto: Perusahaan farmasi Zydus Cadila pada 3 Juli 2020 merilis foto seorang pekerja farmasi yang memperlihatkan vaksin yang dikembangkan perusahaan itu untuk mencegah infeksi virus corona. 

Setelah berbulan-bulan berjuang menghadapi pandemi virus corona, kini secercah harapan datang dari proses pengembangan vaksin untuk Covid-19.

Kabar positif ini bahkan ditanggapi dengan antusias oleh Dr Anthony Fauci, pakar epidemiologi AS, yang secara konsisten menyatakan harapannya pada kemajuan pengembangan vaksin.

Namun, meski ada kemajuan, sejumlah pakar justru mengkhawatirkan reaksi dari publik AS terhadap progres yang positif ini..

Vaksin Corona dari Universitas Oxford Tunjukkan Hasil yang Menggembirakan

NBC News melansir, Sabtu (25/7/2020), sejumlah pakar khawatir bila kabar kemajuan ini ditelan mentah-mentah, maka akan timbul rasa berpuas diri dan mendorong masyarakat untuk mengabaikan protokol kesehatan karena merasa yakin bahwa vaksin akan segera ditemukan.

"Saya pikir kita harus bersiap untuk rencana cadangan. Hal itu adalah sesuatu yang jarang dibicarakan," kata Carl Bergstrom, seorang ahli biologi di University of Washington.

Menurut dia, dalam skenario terbaik, butuh setidaknya enam bulan atau lebih untuk mengendalikan virus yang kadung menyebar luas.

Vaksin Covid-19 Telah Tiba dari China dan Siap Diproduksi Bio Farma, Awal 2021 Sudah Dapat Digunakan

Lebih lanjut, Bergstrom menyatakan bahwa saat ini bukanlah skenario terbaik, sehingga para pembuat kebijakan dan masyarakat harus bersiap untuk rencana jangka panjang.

"Sejauh ini tidak ada masalah dalam proses pengembangan vaksin. Namun, bukan berarti bahwa saat ini kita sudah terbebas dari masalah," kata Bergstrom.

Berharap sewajarnya

Apabila diperlukan adanya 'Rencana B', masih belum jelas seperti apa rencana itu saat ini.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved