Virus Corona
Di Bali Pasien Positif Corona Disembuhkan Menggunakan Arak, Ini Penjelasannya
Namun, ramuan ini hanya diberikan kepada warga yang positif Covid-19 tanpa gejala yang dikarantina di tempat yang disediakan oleh Pemprov Bali.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Bagi pasien positif virus corona (Covid-19) di Bali, mendapatkan treatment khusus.
Bukan seperti treatment lainya, pasien diberikan ramuan tradisional berupa arak bali.
Hal itu diakui oleh Gubernur Bali I Wayan Koster.
Dilansir dari Kompas.com, ramuan tersebut terbuat dari bahan dasar arak Bali.
• Viral Kue Klepon Disebut tidak Islami, Begini Awal Isu ini Munculnya di Medsos dan Cek Faktanya
• IPW Sebut Pembentukan Tim Pemburu Koruptor Tak Berguna, ini Pesan untuk Mahfud MD
Arak diekstrak dan dicampur dengan bahan lain seperti daun jeruk limau dan minyak kayu putih.
Namun, ramuan ini hanya diberikan kepada warga yang positif Covid-19 tanpa gejala yang dikarantina di tempat yang disediakan oleh Pemprov Bali.
"Kita punya usada baru yang diterapkan di orang-orang positif. Orang terjangkit di karantina ini itu kita lakukan treatment dengan usada berbahan arak Bali," kata Koster saat jumpa pers terkait Pasar Gotong Royong, di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, Rabu (22/7/2020).
Ramuan tersebut dikembangkan beberapa peneliti yang ditugaskan Koster.
Ramuan itu dimasukkan ke dalam sebuah alat sehingga berubah menjadi uap yang dihirup pasien positif kategori OTG tersebut.
Koster mengklaim hal ini mampu mempercepat kesembuhan pasien positif Covid-19.
Ia mencontohkan, seorang pasien positif Covid-19 menjalani terapi tersebut selama dua hari.
Pada hari ketiga, pasien tersebut dinyatakan negatif Covid-19.
"Itu efektif sekali sembuh. Dua hari positif kemudian dilakukan treatment ini pada hari ketiga negatif. Sembuh kami pulangkan," kata dia.
• Ini Amalan yang bisa Dilakukan di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah, 22 Juli-3 Agustus
• Maju sebagai Bakal Calon Wakil Wali Kota Tangsel, ini Profil Rahayu Saraswati Keponakan Prabowo
Awalnya, terapi tersebut dicoba ke 19 pasien positif Covid-19 yang dikarantina.
Dalam waktu singkat, 15 orang dinyatakan sembuh.