Selasa, 14 April 2026

Kesehatan

Berlanjut, Kolaborasi Tanoto Foundation dan Alive & Thrive demi Perbaikan Gizi Anak Indonesia

Menurut Survei Kesehatan Nasional tahun 2018, sekitar 1 dari 4 anak Indonesia di bawah usia 5 tahun mengalami stunting.

Editor: Fred Mahatma TIS
Istimewa
Tanoto Foundation dan Alive & Thrive menyatakan keberlanjutan kerja sama di antara mereka meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia, terutama mengurangi jumlah anak yang mengalami stunting. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Jumat (17/7/2020) lalu, Tanoto Foundation dan Alive & Thrive mengumumkan kelanjutan kerja sama kedua lembaga dalam mendukung upaya Pemerintah Indonesia menerapkann strategi komunikasi perubahan perilaku (KPP) di tengah masyarakat.

Kerjasama ini adalah penting untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia.

“Kami sangat senang melanjutkan kolaborasi ini dengan Alive & Thrive sebagai bagian dari kontribusi kami membantu pemerintah Republik Indonesia mencapai target untuk mengurangi angka prevalensi stunting menjadi kurang dari 20% di tahun 2024 ,” ujar Eddy Henry, Head of Early Childhood Education and Development Tanoto Foundation.

“Melalui studi tentang perilaku gizi ibu, bayi dan anak usia dini, serta praktek pengembangan anak usia dini, kami mendapatkan banyak temuan penting," imbuhnya.

Si Kecil Alergi Susu Sapi, Ini Konten Edukasi Digital Seputar Alergi dari SGM Eksplor Advance+ Soya

Temuan ini, lanjut Eddy, menjadi dasar untuk membuat solusi Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) berbasis masyarakat yang dipakai untuk menangani masalah nutrisi yang dihadapi komunitas tersebut.

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

Akibatnya, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Perayaan Hari Susu, Ini Kebaikan yang Terkandung dalam 1 Gelas Susu sebagai Penyeimbang Gizi

Penerapan perubahan perilaku

Melalui kolaborasi yang dilakukan dalam studi yang mengembangkan dan menguji solusi berbasis masyarakat, Alive & Thrive dan Tanoto Foundation berupaya mendukung Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan nutrisi ibu, bayi dan anak serta praktik pengembangan anak usia dini (ECD) melalui penerapan perubahan perilaku.

"Kami berharap studi ini dapat menjadi dasar untuk mengambil langkah yang tepat dalam mengurangi beban akibat stunting, dan memastikan anak-anak Indonesia dapat menjalani hidup yang sehat dan produktif,” kata Roger Mathisen Direktur Program Alive & Thrive Asia Tenggara.

Masalah stunting

Indonesia masih mengalami masalah stunting yang serius.

Menurut Survei Kesehatan Nasional tahun 2018, sekitar 1 dari 4 anak Indonesia di bawah usia 5 tahun mengalami stunting.

Stunting tidak hanya memengaruhi kesehatan anak dan membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi, tetapi juga mengganggu perkembangan mental dan fisik mereka.

Stunting berdampak pada masa depan karena kecerdasan anak dan prestasi sekolah yang rendah sehingga meningkatkan risiko kemiskinan seiring bertambahnya usia mereka.

Untuk mengatasi masalah ini, pada tahun 2017, Pemerintah Indonesia meluncurkan Gerakan Pengurangan Stunting Nasional yang bersifat multisektoral, menjadikan penanganan stunting selama 1.000 hari pertama kehidupan menjadi prioritas nasional.

Alive & Thrive memberikan bantuan teknis kepada pemerintah dalam mengembangkan materi kampanye komunikasi perubahan perilaku (KPP) yang telah menjadi bagian integral dari upaya pemerintah untuk mengurangi stunting.

Penelitian

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved