Jumat, 8 Mei 2026

Kebakaran

Sabtu Dini Hari Kebakaran Melalap Rumah Makan Padang dan Rumah Warga di Mangga Besar

Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan PenyelamatanJakarta Pusat, Asril Rizal mengatakan kebakaran terjadi pada pukul 03.00 WIB

Tayang:
Instagram @polres_jakbar
ilustrasi -- Kebakaran 

WARTAKOTALIVE.COM, SAWAH BESAR - Dua rumah tinggal di jalan Mangga Besar Raya XIII, RT 02/01 Sawah Besar, Jakarta Pusat terbakar pada Sabtu (18/7) dini hari tadi.

Diduga kebakaran akibat korsleting listrik.

Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, Asril Rizal mengatakan kebakaran terjadi pada pukul 03.00 WIB pagi tadi.

Berdasarkan informasi itu, Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat langsung terjun ke lokasi.

"Jadi yang terbakar itu 1 Rumah Makan Padang dan 2 Rumah Tinggal," kata Asril dikonfirmasi, Sabtu (18/7/2020).

Nasib Korban Kebakaran di Rorotan Belum Jelas, Pemkot Jakut Akan Berkordinasi dengan Dinas PRKP DKI

Caption foto: salah satu bangunan yang berada di Jalan Mangga Besar Raya XIII, RT 02/01, Sawah Besar yang terbakar pada Sabtu (18/7) dini hari akibat korsleting listrik.
Caption foto: salah satu bangunan yang berada di Jalan Mangga Besar Raya XIII, RT 02/01, Sawah Besar yang terbakar pada Sabtu (18/7) dini hari akibat korsleting listrik. (Wartakotalive/Joko Supriyanto)

Asril menyampaikan jika, beruntung api tidak menjalar ke bangunan lain, sehingga api dapat di minimalisir terjadinya perambatan. Sehingga hanya dua objek bangunan yang terbakar.

Api berhasil dipadamkan selang satu jam setelah terjadi kebakaran.

Pemukiman Padat Penduduk di Paseban Kebakaran, Diduga Disebabkan Korsleting Listrik

Dalam upaya pemadaman itu Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 27 unit damkar ke lokasi dengan bantuan beberapa unit dari sektor Jakarta Barat.

Sebab terjadinya kebakaran berada di pemukiman padat penduduk.

Caption foto: salah satu bangunan yang berada di Jalan Mangga Besar Raya XIII, RT 02/01, Sawah Besar yang terbakar pada Sabtu (18/7) dini hari akibat korsleting listrik.
Caption foto: salah satu bangunan yang berada di Jalan Mangga Besar Raya XIII, RT 02/01, Sawah Besar yang terbakar pada Sabtu (18/7) dini hari akibat korsleting listrik. (Wartakotalive/Joko Supriyanto)

"Total ada 27 unit, beberapa diantarnya juga bantuan dari Sudin Jakarta Barat. Tapi api sudah berhasil di lokalisir," katanya.

Menurut Asri, dugaan sementara kebakaran terjadi akibat korsleting listrik.

Tak ada korban jiwa atas kebakaran itu, namun luas area yang terbakar sekitar 105 meter persegi dengan kerugian ditakdirkan mencapai Rp. 210 juta rupiah. 

Kasus lain 

64 Kepala Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Kebakaran di Paseban RW 07 Jakarta Pusat

Sebanyak 28 rumah di pemukiman padat penduduk Jalan Kramat Sawah, Paseban, Jakarta Pusat,  hangus terbakar Jumat (17/7/2020).

Akibatnya, 64 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal.

Ketua RT 09 Paseban, Jakarta Pusat, Kasmono mengatakan, kebakaran terjadi  sekitar pukul 08.30 WIB.

Ketika itu terjadi kebakaran, Kasmono sedang dalam perjalanan menuju lokasi kerja.

Kemudian, dia terpaksa harus berbalik arah setelah mendengar kabar wilayah di tempat tinggalnya mengalami kebakaran.

 Pemukiman Padat Penduduk di Paseban Kebakaran, Diduga Disebabkan Korsleting Listrik

 VIDEO: Ada 22 Unit Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran di Paseban

Dia mengatakan, penyebab kebakaran tak diketahuinya secara pasti.

"Saya juga nggak tahu pasti. Karena saya juga pas lagi berangkat kerja. Ditelepon itu, akhirnya saya balik lagi," kata Kasmono ditemui, Jumat (17/7/2020).

Setibanya di lokasi kebakaran, kata Kasmono, api sudah melahap beberapa rumah di lingkungan tempat tinggalnya.

Informasi yang didapatnya, sumber api berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah warga.

"Nah informasi itu listrik. Nah ini nanti kita pastikan lagi seperti apa," katanya.

 60 Orang Kehilangan Tempat Tinggal Akibat 17 Rumah Semi Permanen di Rorotan Hangus Terbakar

 Pabrik Cat Terbakar di Kalideres, 18 Unit Damkar Dikerahkan untuk Menjinakkan Si Jago Merah

Berdasarkan pendataan sementara, Kasmono mengatakan ada sebanyak 28 rumah warga yang terbakar. Kendati demikian, dia masih melakukan pendataan kembali.

"Dari data sementara ada 28 rumah yang terbakar dan ada 64 KK yang terdampak," kata Kasmono.

Menurut dia, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan kelurahan untuk segera melakukan penanganan kepada warga yang terdampak.

Saat ini, puluhan warga mengungsi di gedung sekolah dasar di Paseban.

"Penanganan alhamdulillah sudah selesai. Saat ini kita dan tim Tagana, lurah, camat ,juga sudah menyiapkan dapur umum sekaligus tempat pengungsian di SDN 05 Jakarta," ucap Kasmono.

 Panti Asuhan Pondok Taruna Orphanage Cipayung Terbakar Akibat Korsleting Listrik

 Kronologis Lengkap Kebakaran Rumah Dua Lantai di Bekasi, Tiga Penghuni Tewas Terbakar

Petugas Damkar Jakarta Pusat dan warga Paseban berusaha memadamkan api di kawasan pemukiman penduduk Paseban, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2020).
Rumah warga di  kawasan pemukiman penduduk Paseban, Jakarta Pusat, hangus terbakar, Jumat (17/7/2020). (Warta Kota/Joko Supriyanto)

Seperti diberitakan sebelumnya, pemukiman padat pendudukan di Jalan Kramat Sawah, Paseban, Jakarta Pusat kebakaran,  Jumat (17/7/2020) pagi.

Penyebab kebakaran di Paseban itu diduga akibat arus pendek listrik atau korsleting listrik.

Pantauan wartakotalive.com di lokasi kebakaran, sejumlah warga mencoba menyelamatkan barang-barang berharga ke lokasi yang lebih aman.

Mereka hanya bisa menyelamatkan beberapa barang yang dapat dibawa.

Petugas damkar yang tiba di lokasi langsung berupaya memadamkan api agar tidak menjalar ke bangunan lain.

Setelah itu, api dapat dijinakkan setelah menghanguskan beberapan bangunan rumah.

 3 Penghuni Rumah di Jatimurni Bekasi Tewas Terbakar, Api Diduga dari Obat Nyamuk Bakar

 Bedeng Terbakar di Samping RS Hermina Kalideres, Hanguskan Kandang Ayam dan Tumpukan Kardus

Hingga saat ini petugas pemadam kebakaran masih berupaya menyisir lokasi kebakaran di RW 07 itu. Proses Pendinginan pun masih berlangsung hingga saat ini.

Salah satu warga Paseban yang juga menjadi korban kebakaran, Roslin mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 08.30 WIB.

Saat itu, seorang warga melihat salah satu rumah warga pengeluarkan asap dan  pemilik rumah keluar seraya  berteriak, "kebakaran!"

"Kalo saya nggak tahu pasti. Pas saya lagi di luar, itu udah pada teriak-teriak kebakaran. Karena saya panik, langsung ke rumah, bawa seadanya ini juga," kata Roslin di Paseban, Jumat (17/7/2020).

 Satu Unit Damkar Padamkan Sepeda Motor Terbakar di Jalan Yos Sudarso

 Gara-gara Meninggalkan Rumah saat Kompor Masih Menyala, 25 Rumah Warga Terbakar di Pulo Gadung

Roslin mengatakan, kebakaran diduga disebabkan karena arus pendek listrik. Namun, dia belum dapat memastikan kebenaran itu.

Kini,  Roslin  hanya bisa pasrah melihat rumahnya hangus terbakar dilahap si jago merah.

"Ya katanya itu listrik jadi sempet aliran itu mati. Sempet Korslet, nah yang punya rumah itu nyalain lagi. Nah baru itu kebakar," kata Roslin.

Kondisi angin yang cukup kencang membuat api cepat berkobar dan menjalar ke beberapa bangunan hingga membuat rumahnya yang berada di belakang ikut terbakar.

"Itu cepet banget. Api juga larinnya ke belakang. Karena angin kenceng juga itu," ucapnya. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved