Kamis, 9 April 2026

Virus Corona

Presiden Joko Widodo Minta Semua Gerak Cepat Fokus Pada 3T

Presiden Joko Widodo meminta jajaran kabinet secara masif melakukan penanganan wabah Covid-19 dengan fokus pada 3T

Biro Pers Setpres/Rusman
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta jajarannya bergerak cepat di lapangan untuk menyikapi kenaikan kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Presiden Joko Widodo minta agar fokus pada 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment .

Kepala Negara menekankan agar jajarannya terus berfokus pada pengujian, pelacakan, dan perawatan pasien yang terinfeksi Covid-19, utamanya di delapan provinsi yang masih memiliki angka penularan yang cukup tinggi.

Dalam siaran pers yang diterima Wartakotalive.com dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, disampaikan bahwa presiden menyatakan "Tetap pada perhatian kita untuk memasifkan 3T: testing, tracing, dan treatment dengan prioritas khusus untuk 8 provinsi yaitu Jatim, DKI Jakarta, Jabar, Sulsel, Jateng, Sumut, dan Papua, (serta Kalsel).

memimpin rapat terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7/2020).
memimpin rapat terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7/2020). (Biro Pers Setpres/Rusman)

Hal ini disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7/2020).

Presiden kemudian mengingatkan jajarannya untuk meningkatkan fasilitas kesehatan di rumah sakit seiring dengan melonjaknya kasus positif di sejumlah provinsi.

Selain itu, Kepala Negara juga kembali meminta ditingkatkannya kembali pengujian PCR dengan menambah jumlah lab yang beroperasi di daerah, serta dengan dukungan mobile lab PCR sehingga target jumlah pengujian bisa tercapai.

Pemkot Tangsel Didemo soal Transparansi Anggaran Penanganan Covid-19, Ini Jawaban Kepala BPKAD

Camat Matraman: Kasus Positif Covid-19 Meningkat Karena Ada KLuster Baru di Keluarga dan Komunitas

"Kita harapkan nantinya target sesuai yang saya sampaikan itu bisa tercapai 30 ribu (pengujian)," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyinggung soal diperlukannya pengendalian wilayah perbatasan dan perjalanan serta transportasi antarwilayah untuk mencegah mobilitas dan penyebaran yang lebih lanjut.

"Pengendalian wilayah perbatasan dan perjalanan serta transportasi lintas wilayah betul-betul harus kita jadikan perhatian lagi karena imported cases dari luar negeri juga kita lihat meningkat," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Negara juga memandang dibutuhkannya sosialisasi kembali secara masif mengenai Gerakan Nasional Disiplin Protokol Kesehatan agar masyarakat kembali dan semakin meningkatkan kedisiplinannya terkait kewajiban mengenakan masker, menjaga jarak aman, dan sering mencuci tangan.

PESAN DOKTER REISA Cara Aman Berolahraga di Alam Terbuka

PESAN DOKTER REISA untuk Penderita Hipertensi, Diabetes dan Penyakit Komorbid

Saat melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo mendapati adanya survei yang menyebut bahwa sekitar 70 persen warga setempat beraktivitas tanpa mengenakan masker. Untuk itu diperlukan sosialisasi dan pengawasan yang lebih ketat dibanding sebelum-sebelumnya.

"Saya ingin mobilisasi di TNI, Polri relawan, ormas, hingga tokoh di kampus semua bergerak ikut mengampanyekan ini sekaligus melakukan pengawasannya," kata Presiden.

Anggota Komisi E Berstatus PDP Covid-19 Meninggal, Gedung DPRD Jawa Tengah Ditutup Tiga Hari

Bantu Fasilitasi Tes Covid-19, Bos Borneo FC Cemburu dengan Perhatian Ridwan Kamil ke Persib

Lebih jauh, Presiden mengingatkan agar segala upaya sosialisasi dan komunikasi tersebut dilakukan secara persuasif, komunikatif, dan partisipatif untuk mengajak serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi ini.

"Komunikasi yang membangun kepercayaan, yang berbasis pada ilmu pengetahuan, sains, dan data sains guna membangkitkan partisipasi masyarakat terutama yang rentan," tuturnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved