Senin, 27 April 2026

Berita Nasional

Bamsoet: Presiden Jokowi Dukung Pembentukan Majelis Syuro Dunia

Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan, Presiden Jokowi mendukung pembentukan Majelis Syuro Dunia atau World Consultative Assembly yang digagas MPR RI.

Biro Pers Setpres/Kris
Presiden Joko Widodo menerima jajaran pimpinan MPR di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (8/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung pembentukan Majelis Syuro Dunia atau World Consultative Assembly yang digagas MPR RI.

Salah satu tujuan Majelis Syuro Dunia, mendorong terwujudnya tatanan dunia Islam yang harmonis, damai, dan berkeadaban.

"Presiden Joko Widodo mendukung penuh upaya MPR RI membentuk Majelis Syuro Dunia yang akan menjadi wadah berhimpun MPR dari berbagai negara yang memiliki sistem yang sama, khususnya negara-negara berpenduduk muslim di dunia," kata Bamsoet dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Video: Wali Kota Bekasi Resmikan Ojol Boleh Angkut Penumpang Lagi

Bamsoet usai bertemu Presiden Jokowi, di Istana Bogor, Rabu (8/7/2020).

Dia menilai dukungan Presiden Jokowi akan lebih memacu semangat MPR RI agar dapat mendeklarasikan berdirinya Majelis Syuro Dunia pada Agustus 2021.

 Terungkap, Ini Alasan PT Pembangunan Jaya Tolak Perluasan Kawasan Ancol Disebut Reklamasi

 Porsi Jamaah Haji 2020: Arab Saudi Prioritaskan Tenaga Kesehatan Covid-19 di Negaranya

Bamsoet menjelaskan, Majelis Syuro Dunia juga akan menginisiasi terbentuknya Bursa Efek Syariah Dunia atau Global Syariah Stock Exchange yang akan menjadi jawaban atas kondisi karut-marut perekonomian global akibat terlalu lama dirundung kapitalisme dan liberalisme.

Menurut dia, dengan terwujudnya Global Syariah Stock Exchange sekaligus akan mewujudkan Islamic Capital Hub dalam Industri pasar modal dunia.

"Sebagai awalan, Bursa Efek Syariah Dunia bisa melibatkan berbagai bursa ternama seperti Malaysian Islamic Capital Markets, Bursa Istanbul maupun Dubai Financial Market," ujarnya lagi.

Bamsoet menjelaskan, gagasan tersebut perlu dikaji dan didalami lebih jauh oleh berbagai pakar ekonomi dari berbagai negara dunia yang difasilitasi oleh Majelis Syuro Dunia.

 Nekat Tangkap Ular Sanca Sepanjang 5 Meter Sendirian, Yusup Maulana (13) Tewas Dililit di Lehernya

Politisi Partai Golkar itu meyakini parlemen dari masing-masing negara punya peran besar dalam mendorong pemerintahan masing-masing negaranya agar melepaskan diri dari jerat kapitalisme yang mencekik.

Menurut dia, dengan mengedepankan industri keuangan syariah, selain terhindar riba juga akan menjadikan para pelaku ekonomi tidak berspekulasi terhadap mata uang.

Sederhananya, uang digunakan untuk mencukupi kebutuhan sektor riil, bukan semata untuk kepentingan spekulasi yang akhirnya membuat ekonomi liberal rentan dengan krisis.

"Seperti yang kini sedang terjadi, yang perang dagang adalah Tiongkok dengan Amerika Serikat, namun yang kena getahnya seluruh negara dunia, ini lantaran tatanan ekonomi dunia tidak seimbang," katanya pula.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved