Rabu, 27 Mei 2026

Perangkat Audio

Perhatikan Hal-hal Ini Sebelum Beli Perangkat Audio Headphone

Musisi Iga Massardi dan kreator konten Sheggario alias Ario Pratomo membagikan beberapa kiat mereka sebelum membeli perangkat audio headphone.

Tayang:
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Iga Massardi "Barasuara" dan kreator konten Sheggario alias Ario Pratomo membagikan beberapa kiat mereka sebelum membeli perangkat audio headphone. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Musisi Iga Massardi "Barasuara" dan kreator konten Sheggario alias Ario Pratomo membagikan beberapa kiat mereka sebelum membeli perangkat audio headphone.

Bagi vokalis dan gitaris band Barasuara, Iga, penting bagi pengguna untuk mengetahui untuk apa headphone tersebut akan digunakan.

Misalnya, untuk kebutuhan profesional seperti membuat musik atau konten video dan game, atau hanya sebagai pendengar kasual saja.

"Sebaiknya kita tahu kebutuhan headphone kita nanti untuk apa. Kalau untuk penggunaan kasual, kita bisa mulai melihat dari genre musik yang kita suka," kata Iga melalui konferensi virtual, Selasa (7/7/2020).

"Misalnya, kita pilih headphone dengan bass-nya yang lebih heavy untuk genre musik EDM, atau memilih yang general untuk mendengarkan musik pop, dan lainnya. Sesuai personal preference saja, bisa dicari headphone apa yang cocok melalui internet, browsing saja," ujarnya melanjutkan.

 Data Pribadi Denny Siregar Bocor, Begini Tanggapan Resmi Telkomsel

 KISAH Perjuangan Dua Kepala Sekolah Inspiratif yang Mendapat Pujian Mendikbud Nadiem Makarim

Sementara, bagi kreator konten Sheggario alias Ario Pratomo, mengetahui dan menyesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan memang menjadi faktor terpenting.

"Sebelum beli kita harus tahu preference dan jenis gimana, apakah open-back, on-ear, over-ear, atau closed-back; yang sesuai fungsi dan preference personal gimana," kata Ario.

"Kalau mau suara untuk editing yang maksimal, misalnya, headphone yang over-ear itu yang paling bagus," ujarnya melanjutkan.

Lebih lanjut, terdapat hal lain yang bisa diperhitungkan sebelum membeli headphone.

Beberapa di antaranya adalah kenyamanan, desain, hingga citra merek.

OTT KPK Kasus Jual Beli Proyek, Bupati Indramayu Nonaktif Supendi Divonis 4,5 Tahun Penjara

"Desain, kenyamanan, brand; bahkan brand image-nya gimana untuk menjadi konsiderasinya. Tapi yang terpenting memang tujuan headphone-nya digunakan untuk apa," pungkasnya.

Cara termudah pastikan anak aman gunakan headphone

Salah satu cara termudah memastikan anak aman saat menggunakan headphone atau earphone, memeriksa tidak ada suara bocor atau terdengar dari headphone anak.

Anda juga bisa memeriksa volume secara berkala atau menggunakan kontrol penguncian. Anak harus bisa mendengar ketika diajak bicara, dan beristirahat mendengarkan suara dari earphone.

 Survei: Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil Masuk Top Three Pemilu 2024

Headphone peredam bising, meskipun mahal, bagus untuk menghilangkan kebisingan di sekitar sehingga anak dapat mendengar dengan jelas tanpa menaikkan volume.

Tetapi, headphone semacam itu tidak boleh disalahartikan dengan headphone pembatas volume atau penutup telinga, yang merupakan teknologi berbeda yang digunakan untuk tujuan berbeda.

Profesor paediatric audiologist di Boston, Amerika Serikat, Brian Fligor seperti dilansir Channel News Asia, menyarankan agar pendengaran anak diuji setidaknya setiap tiga tahun.

Audiogram standar dan tes suara bisa menangkap masalah pendengaran.

Selama Pandemi Covid-19 dan Cegah Antrean, Kantor Imigrasi Layani Pembuatan Paspor Jemput Bola

Orang tua juga mungkin memperhatikan apakah seorang anak mengatakan "apa?" terlalu sering.

Setiap gejala telinga serius - berdengung, terasa penuh, bergetar, distorsi, sakit - bahkan jika sementara berarti peringatan untuk pendengaran.

"Mendengar bisa menghilang cukup mudah, dan tidak ada perbaikan untuk itu," tutur Fligor.

Batas aman

Headphone anak-anak umumnya dibatasi pada 85 desibel tetapi ada lebih dari itu, menurut profesor Rick Neitzel, seorang profesor ilmu kesehatan lingkungan di University of Michigan.

Rangkas Bitung Banten Dilanda Gempa, Tangerang Ikut Bergoyang

"Paparan tidak hanya intensitas tetapi juga berapa lama berlangsung dan seberapa sering itu terjadi," kata dia.

Tidak ada batas angka aman untuk semua orang. Jika dipaksa untuk menempatkan angka pada konsep yang sedemikian rumit, batas aman bagi sebagian besar pengguna headphone untuk jumlah mendengarkan yang tidak terbatas adalah 70 desibel, menurut Dr. Fligor. (Antaranews)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved