Perangkat Audio
Perhatikan Hal-hal Ini Sebelum Beli Perangkat Audio Headphone
Musisi Iga Massardi dan kreator konten Sheggario alias Ario Pratomo membagikan beberapa kiat mereka sebelum membeli perangkat audio headphone.
Headphone peredam bising, meskipun mahal, bagus untuk menghilangkan kebisingan di sekitar sehingga anak dapat mendengar dengan jelas tanpa menaikkan volume.
Tetapi, headphone semacam itu tidak boleh disalahartikan dengan headphone pembatas volume atau penutup telinga, yang merupakan teknologi berbeda yang digunakan untuk tujuan berbeda.
Profesor paediatric audiologist di Boston, Amerika Serikat, Brian Fligor seperti dilansir Channel News Asia, menyarankan agar pendengaran anak diuji setidaknya setiap tiga tahun.
Audiogram standar dan tes suara bisa menangkap masalah pendengaran.
• Selama Pandemi Covid-19 dan Cegah Antrean, Kantor Imigrasi Layani Pembuatan Paspor Jemput Bola
Orang tua juga mungkin memperhatikan apakah seorang anak mengatakan "apa?" terlalu sering.
Setiap gejala telinga serius - berdengung, terasa penuh, bergetar, distorsi, sakit - bahkan jika sementara berarti peringatan untuk pendengaran.
"Mendengar bisa menghilang cukup mudah, dan tidak ada perbaikan untuk itu," tutur Fligor.
Batas aman
Headphone anak-anak umumnya dibatasi pada 85 desibel tetapi ada lebih dari itu, menurut profesor Rick Neitzel, seorang profesor ilmu kesehatan lingkungan di University of Michigan.
• Rangkas Bitung Banten Dilanda Gempa, Tangerang Ikut Bergoyang
"Paparan tidak hanya intensitas tetapi juga berapa lama berlangsung dan seberapa sering itu terjadi," kata dia.
Tidak ada batas angka aman untuk semua orang. Jika dipaksa untuk menempatkan angka pada konsep yang sedemikian rumit, batas aman bagi sebagian besar pengguna headphone untuk jumlah mendengarkan yang tidak terbatas adalah 70 desibel, menurut Dr. Fligor. (Antaranews)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/iga_20171030_053105.jpg)