Breaking News:

Lapangan Luas bisa Main Pesawat Remote, Kawasan CBD Bintaro Kini Jadi Tempat Kumpul Para Komunitas

dikarenakan dalam bermain pesawat remote control harus di lapangan terbuka yang jarang dihinggapi bangunan rumah penduduk.

Warta Kota
Aeromodelling yang siap diterbangkan oleh BAC di kawasan CBD Bintaro hingga mengundang ramainya warga untuk melihatnya. 

WARTAKOTALIVE.COM, PONDOK AREN --- Memiliki kriteria yang tepat untuk bermain, Kawasan CBD Bintaro di Jalan Prof. Dr Satrio, Pondok Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), kini jadi tempat berkumpulnya berbagai macam komunitas.

Salah satu komunitas yang sering memanfaatkan area CBD yakni Bintaro Aeromodelling Community (BAC).

Tak jarang, permainan yang dilakukan para anggota BAC dalam menerbangkan pesawat yang dikendalikan sebuah alat remote ini menarik perhatian orang untuk ikut menyaksikannya.

“Biasanya pagi dan sore di Sabtu dan Minggu tiap pekannya. Jadi BAC ini ada pesawat, helikopter, drone,” kata anggota BAC, Zaki, saat ditemui Wartakotalive.com, Sabtu (4/7).

Zaki mengatakan kawasan ini dijadikan tempat penerbangan pesawat oleh komunitasnya dikarenakan dalam bermain pesawat remote control harus di lapangan terbuka yang jarang dihinggapi bangunan rumah penduduk.

Karenanya kawasan CBD Bintaro menjadi kawasan yang tepat untuk komunitasnya bermain dan menerbangkan pesawat dengan bebas.

“Jadi kalau main pesawat ini paling tidak bentuk landasannya kotak. Landasan kemudian kotak karena kan kita terbang biasanya elipse (lingkaran), alasannya karena main pesawat ini kita enggak tahu kalau mesin pesawat tiba-tiba mati kita bisa mendaratkan di mana saja, jadi di tempat yang safe (aman). Kalau misalnya di depan ada rumah itu bahaya, kalau di sini kan pohon-pohon saja,” paparnya.

Pantauan di lokasi, komunitas BAC menampilkan atraksi penerbangan dua tipe pesawat tanpa awak itu yakni YAK 55 yang berkekuatan 100 cc tergolong sebagai kelas ahli, dan pesawat dengan tipe kelas menengah.

Anggota BAC, Timur yang bertugas sebagai pilot dari kedua pesawat itu mengatakan bila dua jenis pesawat tersebut memiliki cara tersendiri dalam mengemudikannya.

Sebab, kedua jenis pesawat remote control tersebut memiliki jenis mesin dan bahan bakar yang berbeda.

“Pesawat intermediate (kelas menengah) terbuat dari gabus yang keras dan bahannya mengunakan baterai. Sedangkan, pesawat expert YAK 55 itu pakai mesin dengan bahan bakar minyak jenis spirtus dan bensin,” kata Timur di kesempatan yang sama.

Sebelum Beroperasi, Bupati Tangerang Sarankan Para Ojol Simulasi Dulu Kebiasan Baru Angkut Penumpang

Penulis: Rizki Amana
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved