Breaking News:

PPDB

Ketua RW di Tanjung Priok Belum Tahu Ada Jalur Bina RW di PPDB DKI Jakarta

Ketua RW 15 Kelurahan Tanjung Priok Rasa, Nur Jamal, mengaku belum mengetahui secara detil perihal jalur bina RW.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Dodi Hasanuddin
PPDB
PPDB Jakarta online 

WARTAKOTALIVE.COM, TANJUNG PRIOK - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta untuk jalur bina RW ternyata belum diketahui oleh ketua RW. 

Ketua RW 15 Kelurahan Tanjung Priok Rasa, Nur Jamal, mengaku belum mengetahui secara detil perihal jalur bina RW untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta 2020/2021.

Jamal mengatakan, hingga saat ini belum ada sosialisasi perihal jalur bina RW untuk mereka yang belum berhasil masuk sekolah negeri.

“Saya belum tahu. Belum ada (sosialisasi) sama sekali. Katanya ini hari, kita tungguin nggak ada juga,” ujar Jamal, Kamis (2/7/2020).

Kebingungan Jamal semakin bertambah ketika anaknya hingga saat ini belum juga diterima di SMA negeri. Padahal secara nilai, anaknya memiliki hasil di atas rata-rata.

“Anak saya nilainya tinggi, belum masuk. Makanya saya keder. Nilainya 8,3 cuman umurnya 15 tahun 2 bulan,” ungkapnya.

Hingga saat ini Jamal pun masih harap-harap cemas dengan nasib anaknya apakah harapan untuk masuk SMA negeri sudah tertutup atau belum.

“Katanya ada jalur RW tapi saya juga nggak tahu gimana caranya. Apa surat pengantar RW, apa bapaknya RW atau keluraha melalui RW?,” kata Jamal.

Wakil Bidang Kesiswaan SMA Negeri 13, Ade Nuryaman, mengatakan, di tempatnya saat ini ada  10 rombongan belajar dimana setiap kelasnya terdiri dari 36 siswa.

Ojol Depok Dibolehkan Mengangkut Penumpang Setelah Tanda Tangani Pakta Integritas

Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan Terima Tim Wasrik Itjen Kemhan

Asyik, Akses Bagi Wisatawan yang Mau ke Pulau Kelapa Sudah Dibuka Akhir Pekan ini

Namun demikian, jumlah siswa per kelasnya dapat bertambah. Penambahan empat siswa setiap kelasnya melalui jalur bina RW.

“Untuk space masih dianggap cukup karena dulu sebelum 36 sempat 40 (siswa). Nah gedung ukuran sekarang 9 x 8, kalau ditambah 4 masih masuk, kan di belakang ada lemari,” kata Ade.

Apalagi dari Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara sudah melakukan pendataan perihal sarana dan prasarana di SMA Negeri 13 sebagai persiapan adanya penambahan siswa.

“Kalau nyangkut sarana prasarana karena bertambahnya siswa, kelihatannya sedang digodok di sudin. Kami dimintain data tentang ruang kelas, jumlah siswa dan sebagainya,” kata Ade.

Ade pun memastikan kegiatan belajar mengajar tidak akan terpengaruh dengan adanya jumlah siswa yang bertambah di sstiap kelasnya. “Nggak pengaruh ngajar anak 35 dengan 40, sama aja,” tegas Ade. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved