Asyik, Akses Bagi Wisatawan yang Mau ke Pulau Kelapa Sudah Dibuka Akhir Pekan ini

Protokol kesehatan Covid-19 yang diterapkan di antaranya penyemprotan disinfektan di setiap homestay yang akan disewakan kepada para wisatawa

istimewa
Penyemprotan cairan disinfektan di RPTRA Nyiur Melambai di Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu. 

WARTAKOTALIVE.COM - Pemerintah Kabjupaten Administrasi Kepulauan Seribu membuka kembali Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu bagi para wisatawan yang akan belibur.

Destinasi wisata di Pulau Kelapa itu akan dibuka perdana pada Sabtu (4/7/2020) sejak ditutup karena ada pandemi Covid-19. Demikian diungkap Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Pulau Kelapa, Muslim.

Berkaitan dengan kebijakan itu Muslim mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah protokol kesehatan untuk menyambut kedatangan para wisatawan. “Kita akan buka kembali akses bagi wisatawan yang datang ke Pulau Kelapa mulai 4 Juli 2020 dan sudah kami siapkan protokolnya,” ungkap Muslim, Kamis (2/7/2020).

BNI Life Raih Penghargaan Indonesia’s Most Popular Digital Financial Brands (Millenials Choice)

VIDEO: Meski Dilarang Pemprov DKI, Pedagang Gorengan Tetap Pakai Plastik Kresek

Protokol kesehatan Covid-19 yang diterapkan di antaranya penyemprotan disinfektan di setiap homestay yang akan disewakan kepada para wisatawan di Pulau Kelapa. “Kami telah memberikan sosialisasi kepada pemilik homestay, mereka wajib mematuhi peraturan yakni maksimal 25-50 persen dari kapasitas homestay,” kata Muslim.

Muslim menambahkan bahwa apapun yang terjadi dengan wisatawan selama berada di Pulau Kelapa termasuk berkaitan keluhan mereka, wajib untuk disampaikan ke puskesmas terdekat. “Nanti tim akan berkoordinasi dengan dokter untuk penanganan lebih lanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu bagi wisatawan yang telah datang diharapkan untuk mengikuti peraturan pemerintah dengan cara menerapkan kedisiplinan selama berkunjung ke Pulau Kelapa.

“Wisatawan yang ingin ke Pulau Kelapa juga wajib menunjukkan surat kesehatan dalam hal ini surat bebas Covid-19,” jelas Muslim. Adapun saat ini ada sebanyak 15 homestay di Pulau Kelapa yang dikelola oleh warga setempat yang dapat dimanfaatkan para wisatawan untuk liburan.

Angka Corona di Surabaya Masih Tinggi, Risma Keluarkan Surat Edaran Pelaksanaan UTBK SBMPTN 2020

Said Didu Singgung Adanya BUMN yang Gunakan Buzzer, Fadli Zon Sebut Efek Relawan Jadi Direksi

Sebelumnya, Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Prekraf) Kepulauan Seribu monitoring kesiapan homestay atau penginapan yang ada di Kepulauan Seribu, selain di Pulau Kelapa, petugas juga menyasar Pulau Panggang. Pemantauan sarana protokol kesehatan Covif-19 tersebut dilakukan dengan melibatkan anggota Satpol PP Kelurahan Pulau Panggang bersama personel dari instansi terkait lainnya.

Kepala Suku Dinas Parekraf Kepulauan Seribu, Puji Astuti mengatakan dalam monitoring kali ini pihaknya memeriksa sarana yang disiapkan oleh pengelola homestay terkait protokol kesehatan Covid-19.  “Kegiatan ini ditujukan untuk melihat kesiapan penerapan protokol kesehatan dan protokol homestay dalam menerima wisatawan,” ujar Puji.

Fasilitas seperti tempat cuci tangan, tanda jaga jarak aman, hand sanitizer, alat pengukur suhu tubuh, hingga cairan disinfektan dan daftar pengunjung diwajibkan bagi para pengelola. Apabila seluruh persyaratan sarana protokol kesehatan itu telah dipenuhi oleh pengelola, maka homestay tersebut diizinkan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu menerima tamu.

India Klaim 40 Tentara China Tewas Dalam Perkelahian di Lembah Galwan, Petinggi Militer Berunding

Pekerja Seks Komersial Tangerang Selatan Ingin Alih Profesi Bakal Dibekali Keterampilan dan Modal

Puji Hastuti mengatakan homestay diperkenankan menerima tamu maksimal 50 persen dari kapasitas. Upaya pengawasan pun diterapkan untuk bisa memastikan tidak ada homestay yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 di masing-masing pulau.

“Sesuai dengan SK Gubernur, pengawasan oleh Satpol didampingi TNI-Polri dan dengan instansi tekait termasuk pariwisata. Jadi kami bekerja sama dengan gugus tugas di pulau,” kata Puji. Apabila nantinya terbukti melakukan pelanggaran, maka para pengelola homestay akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan termasuk sanksi penutupan.

“Kita sudah sampaikan pakta integritas yang harus ditandatangan oleh pengelola dan diharapkan dilaksanakan. Kalau ada pelanggaran diberi sanksi termasuk ditutup,” ungkap Puji. Puji menambahkan saat ini ada 661 homestay yang tersebar di pulau-pulau pemukiman di Kepulauan Seribu. Sementara kapasitas kamar seluruhnya berjumlah 1.826 kamar.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved