Breaking News:

Fesyen

Hadapi Tantangan di Era New Normal, Ini Deretan Strategi MAP Fashion Agar Tetap Bertahan

Menghadapi tantangan ekonomi di era new normal, MAP Fashion berusaha untuk memadukan penjualan online dan offline.

Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Toko-toko MAP Fashion atau Mitra Adi Perkasa menerapkan protokol kesehatan saat kembali dibuka pada era new normal saat ini, termasuk pembatasan pengunjung. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Setelah menjalani masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak Maret lalu, pemerintah pelan-pelan kembali membuka aktivitas bisnis.

Mulai pertengahan Juni, pemerintah mengizinkan pusat-pusat perbelanjaan dibuka kembali. Meskipun demikian, semua pusat perbelanjaan harus menerapkan protokol kesehatan.

Tak hanya itu, kapasitas pengunjung juga dibatasi untuk mencegah penularan virus.

Lalu, bagaimana strategi industri ritel menghadapi kondisi new normal yang menantang ini?

Tak Sekadar Bimbel Karantina, Ini Supercamp Karantina Bertapa, Biaya Rp 28 Juta 100 Persen Masuk PTN

Bimbel Karantina Lavender di Hotel Mewah Capai Rp 60 Jutaan, Tak Lolos PTN Uang Kembali Rp 12,5 Juta

Senior VP Marketing MAP (Mitra Adi Perkasa) Fashion Irawati mengatakan menghadapi tantangan ekonomi di era new normal, MAP berusaha untuk memadukan penjualan online dan offline.

"Selain kembali membuka toko-toko, MAP Fashion juga berusaha bertahan dalam situasi sulit ini dangan memaksimalkan penjualan daring (online)," kata Irawati dalam media gathering virtual dengan tema 'Offline Retail Winning The Low Touch Economy' pada Rabu (1/7/2020).'

H2 Cordyceps Militaris, Suplemen Bahan Alami untuk Perkuat Imunitas Tubuh, Inovasi Kalbe Farma

Luncurkan Edisi Spesial Huruf, Oreo Gelar Kompetisi Digital bagi Keluarga, Begini Cara Mengikutinya

Gandeng marketplace dan e-commerce

Untuk menggenjot penjualan daring ini, MAP Fashion menggandeng marketplace  dan e-commerce.

"Saat ini kami bekerja sama dengan beberapa marketplace seperti Tokopedia, Zalora, Shopee dan Blibli. Dengan strategi ini, kami ingin menghadirkan mall di handphone, " ujarnya.

Ketika work from home, kata Irawati, online delivery tidak pernah berhenti.

"MAP Fashion menyadari itu, makanya kami keluarkan program Fashion From Home, karena para pencinta fesyen di mana pun tetap punya desire untuk belanja, " imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Hironimus Rama
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved