Berita Daerah
Pesawat Airbus A330 Garuda Indonesia Tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar
Sebuah pesawat Airbus A330 Garuda Indonesia tergelincir, Rabu (1/7/2020).
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebuah pesawat Airbus A330 Garuda Indonesia tergelincir, Rabu (1/7/2020).
Diketahui, pesawat Garuda Indonesia GA613 tergelincir di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan.
Soal pesawat Garuda Indonesia rute Makassar-Jakarta tergelincir, dijelaskan General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin Wahyudi.
Ia membenarkan apabila pesawat Garuda Indonesia tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar malam ini.
• VIDEO: Simulasi Kopaska Serbu Teroris di Pulau Damar yang Ingin Kacaukan Navigasi Pesawat Terbang
• Pernyataan Sriwijaya Air Mengenai Pesawat Tergelincir di Manokwari
• Penjelasan Dirut Lion Air Soal Pesawat Tergelincir di Semarang
“Memang ada kabar itu pesawat tergelincir," kata Wahyudi kepada Kompas.com.
Saat ini, Wahyudi sedang menuju Bandara Sultan Hasanuddin untuk mencari informasi lebih lanjut.
Pesawat dengan nomor penerbangan GA613 rute Makassar-Jakarta diduga terperosok ke luar runway saat berbalik arah ketika hendak lepas landas.
Belum diketahui penyebab terjadinya kecelakaan ini.
Pesawat Garuda Indonesia tergelincir di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (1/7/2020). (Via Kompas.com)
Sriwijaya Air Tergelincir di Manokwari
Manajemen Sriwijaya Air menyampaikan beberapa keterangan menyangkut insiden pesawatnya yang tergelincir di Bandara Rendani, Manokwari, Rabu pagi.
Salah satunya menyebutkan bahwa pagi itu kondisi cuaca tengah memungkinkan untuk proses pendaratan pesawat.
Public Relation Sriwijaya Air Agus Suyono yang dihubungi dari Manokwari, Rabu (31/5/2017), mengatakan, pesawat Sriwijaya Air PK-CJC boing 737 seri 300 tiba dan mendarat di Bandara Rendani sekitar pukul 08.51 WIT.
Menurut dia, pendaratan berlangsung normal, meskipun saat itu Manokwari sedang diguyur hujan. Dia memastikan bahwa pilot pesawat tidak berupaya memaksakan pendaratan.
Untuk mengetahui penyebab kecelakaan, kata Agus, pihaknya masih menunggu hasil analisis Komite Nasional Keselamatan Transportasi ((KNKT).