Rabu, 8 April 2026

Dilarang Gunakan Plastik, Pedagang Pasar Cibubur Mengeluh, Pembeli Tak Bawa Kantong Belanja

Pedagang Pasar Cibubur mengeluhkan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai di Jakarta.

Penulis: Rangga Baskoro |
Warta Kota/Rangga Baskoro
Pedagang di Pasar Cibubur mengeluhkan larangan memakai kantong plastik sekali pakai karena pembelinya tak bawa kantong belanja. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIRACAS - Pedagang Pasar Cibubur mengeluhkan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai di Jakarta.

Pemberlakuan Pergub nomor Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat, disebut memberatkan oleh pedagang di Pasar Cibubur.

Saat ini, pedangan maupun pembeli belum sepenuhnya meninggalkan kebiasaan transaksi menggunakan plastik sekali pakai.

Awas, Pelaku Usaha yang Masih Gunakan Kantong Plastik Sekali Pakai akan Diberikan Sanksi

Pedagang mengaku mengeluhkan peraturan yang melarang menggunakan plastik.

"Kita sih cukup kesulitan. Karena para pembeli juga kebanyakan enggak bawa apa-apa dari rumah. Jadi ujung-ujungnya pakai plastik juga," kata seorang penjual sepatu Fahri saat ditemui di lokasi, Rabu (1/7/2020).

Fahri menuturkan salah satu pembeli yang datang ke tokonya mengeluhkan tak disediakannya kantong plastik sekali pakai.

Kaka Slank Mulai Lakukan Beragam Cara untuk Wujudkan Jakarta Bebas Sampah Plastik Sekali Pakai

Para pembeli malah meminta pedangan menggunakan plastik dengan alasan lebih praktis.

Meski pihak pengelola pasar sudah melakukan sosialiasi, ia mengaku mereka tidak memberikan barang alternatif sebagai pengganti plastik sekali pakai.

"Kalau misalnya pihak pasar sediain kaya Goddy Bag dengan harga lebih murah (dari plastik), ya mungkin kita akan beli. Tapi ini enggak ada solusi apa-apa," kata Fahri.

INGAT! Mulai 1 Juli Swalayan, Pasar, hingga Pusat Perbelanjaan Dilarang Sediakan Kantong Plastik

Sementara itu, Hendra seorang pedagang baju anak-anak juga mengalami kesulitan. Menurutnya, banyak dari pelanggan yang tidak menyediakan tas dari rumah untuk berbelanja.

Peraturan tersebut dinilainya juga tak efektif mengurangi jumlah sampah plastik yang sulit terurai.

"Kalau mau kurangi sampah plastik ya sekalian saja tutup pabrik-pabrik plastik. Jangan karena peraturan ini jadi kita yang korban," kata dia.

Mulai 1 Juli Gunakan Kantong Belanja Ramah Lingkungan, Tempat Belanja Dilarang Sediakan Plastik

Hendra juga mengeluhkan apabila ia harus membeli kantung berbahan kain yang dinilainya menambah pengeluaran bagi para pedagang.

"Kalau pihak pasar mau sediain sih enggk papa. Gratis loh ya, jangan disuruh beli lagi," ucap Hendra.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved