Breaking News:

PSBB Jakarta

Awak dan Penumpang Bus AKAP di Terminal Tanjung Priok Wajib Punya SIKM, Kalau Tidak Akan Diusir

Awak dan Penumpang Bus AKAP di Terminal Tanjung Priok Wajib Punya SIKM. Kalau Tidak, Petugas Bakal Mengusir Mereka Keluar Terminal Tanjung priok

Istimewa
Suasana Terminal Tanjung Priok Jakarta Utara tampak sepi, Jumat (27/3/2020), menyusul wabah virus corona. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANJUNGPRIOK - Seluruh penumpang dan awak bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara wajib untuk memiliki surat izin keluar masuk (SIKM).

Kepala Terminal Tanjung Priok Mulya mengatakan bus AKAP di tempatnya telah beroperasi sejak 20 hari lalu atau pertengahan Juni 2020 lalu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Operasional bus AKAP wajib menyesuaikan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Salah satunya aturan kepemilikan SIKM bagi awak maupun penumpang bus.

“Sopir dan kernet wajib yang masuk dan keluar dari sini (Terminal Tanjung Priok) wajib memiliki SIKM,” ungkap Mulya, Rabu (1/7/2020).

Mulya mengatakan pihaknya akan mengambil tindakan tegas apabila kewajiban memiliki SIKM yang dimaksud tidak dapat ditunjukkan oleh awak maupun penumpang bus AKAP.

“Kami keluarkan dari area terminal. Begitu pun penumpang yang wajib memiliki SIKM. Kalau tidak ada, tidak boleh naik bus dari terminal,” tegas Mulya.

Selain itu operasional bus AKAP juga wajib menerapkan protokol kesehatan 50 persen dari kapasitas penumpang, penyediaan hand sanitizer, hingga wajib memakai masker selama perjalanan.

Setiap bus AKAP yang masuk dan keluar akan diperiksa terlebih dahulu di posko cek poin Terminal Tanjung Priok.

Awak bus ditegaskannya juga wajib mengisi formulir yang disediakan.

“Kalau tidak memenuhi standar aturan yang berlaku maka bus tidak boleh beroperasi di sini," ungkapnya.

Mulya menjelaskan selama beroperasinya bus AKAP beberapa hari terakhir, belum sepenuhnya berjalan normal. Hanya ada beberapa bus AKAP saja yang beroperasi.

"Bus AKAP yang beroperasi belum seperti semula. Baru sekitar lima sampai tujuh bus saja per hari," tutupnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved