Kolom Trias Kuncahyono

Sahabat, Mari Terbang Tinggi

Bangsa Indonesia akan menjadi bagian dari “the Asian miracle” di hari-hari depan termasuk dalam membangun juga kualitas kebudayaan bangsa.

Istimewa
Ilustrasi 

Sahabat, Mari Terbang Tinggi

Oleh Trias Kuncahyono

WARTAKOTALIVE.COM - Kemarin, seorang sahabat kirim pertanyaan lewat Whatsapp (WA) dan email.

Demikian pertanyaannya: Kenapa bangsa Indonesia tidak bisa terbang tinggi mengatasi segala perbedaan, bersatu maju bersama melawan tekanan berat, seperti akibat pandemi Covid-19?

Kita pernah bisa memproklamasikan kemerdekaan pada tahun 1945, kenapa setelahnya tak mampu bangkit bersama?

Sahabat, kebanyakan orang lebih senang mengingat atau mengenang ketimbang berimajinasi.

Orang juga lebih suka berfantasi ketimbang berimajinasi. Berkhayal juga lebih menarik lagi mengasyikkan dari pada berimajinasi.

Dan, berhalusinasi jauh lebih menarik ketimbang berimajinasi.  

Fantasi adalah sebuah mimpi yang bekembang di luar jangkauan manusia sehingga tidak memiliki parameter yang riil dalam mewujudkannya.

Selain itu, fantasi lebih bersifat terlalu mengada-ada. Sedangkan khayalan atau ilusi bisa dikatakan sebagai wujud dari kepalsuan.

Halusinasi secara umum diartikan sebagi melihat, mendengar, atau merakan sesuatu yang sebenarnya tidak nyata. 

Sementara itu, imajinasi diartikan sebagai daya pikir untuk membayangkan atau menciptakan gambaran kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang.

Dengan demikian, menuntut risiko meninggalkan hal-hal yang sudah dikenal secara baik, termasuk ingatan akan kejayaan masa lalu, untuk membangun kejayaan di masa depan.

Hanya orang kreatiflah yang  memiliki kebiasaan berimajinasi.             

Itulah, sahabat, ingatan atau kenangan berkaitan dengan hal-hal yang diketahui, dipahami secara baik.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved