Minggu, 19 April 2026

RUU HIP

Bendera Partainya Dibakar, Ruhut Sitompul: Kami Kader-kader PDI Perjuangan Tidak Gentar

Pembakaran bendera PDIP berlangsung di tengah aksi demo yang dilakukan gabungan organisasi massa.

Editor: Feryanto Hadi
TRIBUN MEDAN
Ruhut Sitompul mengenakan seragam PDIP saat kampanye akbar Djarot-Sihar di Kabupaten Asahan, Minggu (30/4/2018). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Ruhut Sitompul bersikap keras terhadap aksi pembakaran bendera partai pada aksi menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasi (RUU HIP) di depan Gedung DPR/MPR beberapa hari lalu.

Ia meminta aparat penegak hukum menindak pembakar bendera PDIP lantaran hal tersebut dianggap melanggar hukum.

Seperti diketahui, pembakaran bendera PDIP berlangsung di tengah aksi demo yang dilakukan gabungan organisasi massa.

Mereka menuding PDI Perjuangan sebagai partai pengusul RUU HIP.

Pembakaran Bendera PDIP Disertai Teriakan PKI, Politisi PDIP Anggap Partainya Telah Difitnah

Bahkan, pembakaran bendera partai tersebut ditanggapi langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri melalui Surat Perintah Harian kepada kader Partai di seluruh Indonesia. 

Hal itu sesuai berita berjudul 'Surat Perintah Harian Ketua Umum PDI Perjuangan: Rapatkan Barisan Tempuh Jalan Hukum' di website www.pdiperjuangan.id. 

Megawati  menandatangani surat tersebut pada Kamis (25/6/2020).

Isinya meminta kader PDI Perjuangan seluruh Indonesia untuk siap siaga namun mengedepankan proses hukum atas pembakaran bendera PDI Perjuangan yang dilakukan saat sekelompok massa melakukan demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

VIDEO: Bendera Banteng Moncong Putih Dibakar, DPC PDI P Jaktim Bakal Gelar Aksi Lanjutan

Berikut isi Surat Perintah Harian Ketua Umum Megawati Soekarnoputri:

Perintah Harian Ketua Umum PDI Perjuangan

 Merdeka !!!

 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan adalah Partai yang sah dan dibangun melalui sejarah panjang serta berakar kuat pada sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, melalui Partai Nasional Indonesia yang didirikan oleh Bung Karno pada tanggal 4 Juli 1927.

 PDI Perjuangan juga memiliki sejarah panjang di dalam memerjuangkan hak demokrasi rakyat, meskipun membawa konsekuensi dikuyo-kuyo, dipecah belah, dan puncaknya penyerangan kantor Partai pada tanggal 27 Juli 1996.

Meskipun demikian dalam perjalanannya, PDI Perjuangan tetap dan selalu akan menempuh jalan hukum. PDI Perjuangan akan terus mengobarkan elan perjuangan bagi dedikasi Partai untuk Rakyat, Bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 Atas dasar hal tersebut, sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan saya tegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak pernah memiliki keinginan untuk memecah belah bangsa sebab kita adalah pengikut Bung Karno yang menempatkan Pancasila sebagai suluh perjuangan bangsa.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved