Berita Video
VIDEO: Transjakarta Kembali Luncurkan Bus Gratis
PT Transjakarta kembali mengoperasikan dua rute layanan gratis shuttle bus dari dan menuju museum di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.
Penulis: Angga Bhagya Nugraha | Editor: Ahmad Sabran
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Bus Transjakarta gratis GR 4 dan GR 5 menunggu penumpang di Kawasan Wisata Kota Tua, Jakarta Barat, Rabu (24/6/2020).
PT Transjakarta kembali mengoperasikan dua rute layanan gratis shuttle bus dari dan menuju museum di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.
Kedua rute bus Transjakarta tersebut yakni, GR 4 (Taman Kota Intan – Museum Bahari) dan GR 5 (Kota Tua Explorer).
Angka ini naik 22 persen atau bertambah 28.000 orang, dibanding PSBB sebelumnya yang mencapai 127.306 orang.
Lalu bagaimana PT Transjakarta akan mengendalikan penumpang sehingga potensi penularan virus corona bisa dikendalikan?
Berikut 4 Fakta sekaligus antisipasi yang akan dilakukan PT Transjakarta
1 Penyebab Kenaikan Penimpang
Kepala Divisi Sekretaris Koporasi dan Humas PT Transjakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan, naiknya jumlah penumpang saat masa transisi sejalan dengan diperpanjangnya jam operasional bus Transjakarta.
• Kasus Terus Meningkat, Yuri: Data Kasus COVID-19 di Indonesia Tidak Bisa Dibandingkan Negara Lain
• Kasus COVID-19 Indonesia Bertambah 1.014 hingga Sabtu (13/6/2020), Total sebanyak 37.420 Kasus
Saat masih PSBB, jam operasionalnya dari pukul 06.00-18.00, kemudian saat PSBB transisi naik menjadi pukul 05.00 sampai 22.00.
“Untuk layanan bagi tenaga kesehatan tetap berjalan sampai pukul 24.00,” kata Nadia berdasarkan keterangan yang diterima pada Sabtu (13/6/2020).
Menurutnya, sejak status PSBB berlaku di Jakarta, operasional harian Transjakarta menjangkau 169 kilometer dan melintasi 13 koridor di 5 wilayah ibu kota.
Kata dia, Transjakarta terus menjaga dan menjalankan protokol kesehatan dalam setiap pelayanan.
Monitoring dan layanan yang rigid juga terus diterapkan demi keselamatan penumpang maupun petugas.
“Kami tak akan lelah untuk selalu mengingatkan pelanggan agar menjaga kesehatan, mematuhi protokol demi kesehatan dan keselamatan sesama,” ujarnya.
• LOWONGAN KERJA BUMN 2020, Lima Perusahaan Buka Banyak Posisi, Berikut Syarat dan Link Pendaftarannya
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang PSBB menjadi masa transisi selama bulan Juni 2020 ini.
Keputusan ini diambil setelah Pemprov DKI Jakarta berkoordinasi dengan para ahli profesi dan organisasi di bidang kesehatan seperti Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia dan sebagainya.
“Kami di Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 DKI Jakarta, memutuskan untuk menetapkan status PSBB di DKI Jakarta diperpanjang. Lalu menetapkan bulan Juni ini sebagai masa transisi,” kata Anies saat jumpa pers melalui siaran YouTube Pemprov DKI Jakarta pada Kamis (4/6/2020) siang.
Selama PSBB transisi, Anies melonggarkan aktivitas sosial, ekonomi, kebudayaan dan pariwisata di tengah masyarakat.
Seluruh sektor tersebut beroperasi maksimal 50 persen, termasuk jumlah penumpang angkutan umum.
Untuk Transjakarta, jam operasionalnya berubah dari pukul 06.00-18.00 untuk umum dan pukul 22.00-24.00 untuk tenaga
kesehatan. Kemudian, saat PSBB transisi menjadi pukul 05.00-22.00 untuk umum dan hingga pukul 24.00 untuk tenaga kesehatan.
2 Rebutan Tempat Duduk
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyebut penumpang bus masih banyak yang berdesakan hanya untuk mendapatkan tempat duduk.
• Data Terbaru 13 Juni, Pasien Sembuh Corona di Jakarta 59 Orang dan Jawa Timur 252
Padahal ketika menunggu kedatangan bus di halte, mereka tertib antre.
“Ketika di dalam bus jangan berdesak-desakan. Kami amati penumpang antre rapih di halte, tapi begitu bus sampai, mereka tidak sabar langsung masuk buru-buru berdesakan karena takut tidak dapat tempat duduk,” kata Nadia Diposanjoyo kepada wartawan pada Sabtu (13/6/2020).
Dalam kesempatan itu, Nadia meminta penumpang tak perlu risau tidak akan mendapat tempat duduk meski jumlah penumpang dibatasi 50 persen dari kapasitas. Sebab pihaknya telah melipatgandakan kedatangan bus setiap saat.
“Saat PSBB transisi ini, kami melipatgandakan bus. Jadi sekali datang, bisa ada dua sampai tiga bus, sehingga nggak perlu berdesakan,” ujar Nadia.
Menurutnya, penumpang harus tetap mematuhi ketentuan pemerintah daerah terkait protokol pencegahan Covid-19. Di antaranya wajib memakai masker, saling berjaga jarak dan selalu memakai hand sanitizer usai melakukan transaksi non-tunai di halte.
“Harus ada physical distancing (jaga jarak) dan sebetulnya ada marka berdiri dan duduk. Kalau marka hilang, mungkin karena habis dicuci belum terpasang kembali,” jelasnya.
“Tapi kami minta agar saling ingatkan satu sama lain supaya tetap menjaga jarak, sehingga tidak terjadi penularan Covid-19,” tambahnya.
3 Andalkan Pusat Kendali
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengandalkan pusat kendali (command center) untuk mengontrol antrean penumpang di halte-haltenya.
Pusat kendali itu akan mengarahkan bus Transjakarta ke halte yang mengalami antrean calon penumpang.
Kepala Divisi Korporasi dan Humas PT Transjakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan, pusat kendali Transjakarta tidak hanya bertugas untuk mengarahkan bus ke halte yang terindikasi mengalami kepadatan.
Tetapi, petugas dari pusat kendali akan mengirimkan petugas protokol pencegahan Covid-19, dengan harapan jaga jarak tetap berlaku selama di halte.
“Ketika command center menginformasikan ada bus kiriman, mereka (petugas) harus atur antrean dan harus tutup halte saat halte sudah capai kapasitas maksimum. Halte juga dikurangi kapasitas 50 persen untuk jaga jarak,” kata Nadia kepada wartawan pada Sabtu (13/6/2020).
• Siap Sambut Penonton Film di Masa New Normal, Begini Persiapan Bioskop Jelang Dibuka Kembali
Nadia mengatakan bila terjadi kepadatan calon penumpang di halte dan cuaca mendukung, hendaknya mereka mengantre di luar ketimbang di dalam halte.
Sebab penularan Covid-19 di luar ruangan, cenderung lebih rendah dibanding di dalam ruangan.
Selain membatasi jumlah calon penumpang di halte, Transjakarta juga memberlakukan pola jaga jarak satu meter antar pribadi yang ada di sana.
Setidaknya calon penumpang diminta memberlakukan sikap satu lencang tangan ke depan dari penumpang lain yang ada di depannya.
“Apabila halte penuh, kami akan tutup sementara dan kami minta untuk antre di luar halte dengan berjarak minimum satu lencang tangan. Jadi, di depan jaraknya satu meter dan di belakang juga satu meter,” ujarnya.
“Diimbau juga agar pelanggan juga menjaga jarak. Pelanggan juga diminta tidak terburu-buru, karena kami sadar kebutuhan transportasi ini butuh yang cepat tapi kami minta juga supaya saling jaga,” tambahnya.
4. Cuci Tangan Hingga Cuci Bus
Demi mencegah penularan Covid-19, Transjakarta telah menyiapkan cairan pencuci tangan atau hand sanitizer di seluruh halte maupun di dalam bus. Harapannya, penularan Covid-19 di dalam bus dapat dihindari karena penumpang dapat dengan mudah memakai hand sanitizer.
Bahkan, kata dia, bus Transjakarta dicuci sebanyak tiga kali dalam sehari. Hal ini dilakukan demi kenyamanan penumpang saat naik bus Transjakarta. Dia menambahkan, Transjakarta juga menambah petugas keamanan operasional di jalur, layanan halte dan sebagainya.
“Petugas kami tetap full (penuh) selama ini. Ada 90 petugas keamanan operasional, 335 petugas operasional jalur, 230 pramudi, 25 petugas command center, 500 petugas layanan halte, 13 kontak center untuk jawab pertanyaan pelanggan, 32 petugas mekanik dan telematik, 39 petugas teknis sarana dan prasarana dan lainnya,” tambahnya.
“Kami sadar kebutuhan transportasi ini butuh yang cepat tapi kami minta juga supaya saling jaga. Karena tugas kami tetap menjalankan layanan transportasi nyaman aman terjangkau tapi ada kewajiban menjaga untuk pelanggan agar tidak tertular,” jelasnya.
• Awas, Terima Tamu Lebih dari 50 Persen Kapasitas, Homestay di Kepulauan Seribu Akan Ditutup
5 Juni Masa Transisi
Seperti diketahui, sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang PSBB menjadi masa transisi selama bulan Juni 2020 ini.
Keputusan ini diambil setelah Pemprov DKI Jakarta berkoordinasi dengan para ahli profesi dan organisasi di bidang kesehatan seperti Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia dan sebagainya.
“Kami di Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 DKI Jakarta, memutuskan untuk menetapkan status PSBB di DKI Jakarta diperpanjang. Lalu menetapkan bulan Juni ini sebagai masa transisi,” kata Anies saat jumpa pers melalui siaran YouTube Pemprov DKI Jakarta pada Kamis (4/6/2020) siang.
Selama PSBB transisi, Anies melonggarkan aktivitas sosial, ekonomi, kebudayaan dan pariwisata di tengah masyarakat. Seluruh sektor tersebut beroperasi maksimal 50 persen, termasuk jumlah penumpang angkutan umum.
• Raphael Maitimo Kenang Gol ke Gawang PS Tira Persikabo, Persembahan untuk Tim dan Suporter Persita
Untuk Transjakarta, jam operasionalnya berubah dari pukul 06.00-18.00 untuk umum dan pukul 22.00-24.00 untuk tenaga kesehatan. Kemudian, saat PSBB transisi menjadi pukul 05.00-22.00 untuk umum dan hingga pukul 24.00 untuk tenaga kesehatan. (faf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/transjakarta-kembali-luncurkan-bus-gratis.jpg)