Breaking News:

Virus Corona

E-commerce, Peluang Bisnis yang Terbuka Lebar di Era New Normal.

Artinya e-commerce berkembang pesat. Orang mulai terjun ke dunia e-commerce baik sebagai konsumen maupun pedagang.

Istimewa
Deretan e-commerce Tanah Air seperti Tokopedia, Shopee, Blibli, Bukalapak, Lazada, Gojek, dan Grab mendukung UMKM Indonesia memanfaatkan platform digital melalui Gerakan #BanggaBuatanIndonesia. 

Misalnya industri pengolahan, pertambangan, penggalian, ekspor barang tambang, penerbangan, energy, restoran, perhotelan, pariwisata dan perdagangan.

Adapun sektor usaha yang dapat bertahan antara lain perkebunan, pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, listrik, gas, air bersih dan pengangkutan.

“Nah untuk sektor usaha makanan, kesehatan, teknologi informasi, produk kesehatan pribadi dan retail malah mengalami peningkatan,” katanya.

Senada juga dikatakan Bima Laga, AVP Public Policy & Government Relations Bukalapak.

Ia menambahkan bahwa selama pandemi Covid-19, belanja online mengalami peningkatan hingga 25 persen, belanja makanan meningkat 100 persen belanja produk yang berkaitan dengan perlindungan virus meningkat 60,34 persen.

“Jadi e-commerce meningkat signifikan dan ini tentu menjadi peluang usaha yng bisa dilakukan pada era new normal,” tandasnya.

Bahas Sosialisasi Pilkada 2020, Mendadak Muncul Video Panas di Webinar KPU Sumbar, Ini Kronologinya

Mantan Pebalap F1 Alex Zanardi Terancam Buta akibat Kecelakaan saat Ikut Balap Sepeda Tangan

Aurel Hermansyah Minta Nikah di GBK, Atta Halilintar Hitung Biayanya Mencapai Rp 25 Miliar

2 Tersangka Kasus Sabu di Jalan Tol Wiyoto Wiyono Sempat Kaget saat Didatangi Anggota PJR

Meski mengalami peningkatan, ia mengingatkan bahwa 66 persen penduduk Indonesia yang saat ini belum memiliki rekening bank.

Fakta ini tentu menjadi kendala dalam hal pengembangan ekonomi digital ke depan.

Sementara itu Lukmanul Hakim, dosen Institut STIAMI menilai new normal tidak selalu menuntut perubahan bentuk bisnis.

"Bisa saja kita tidak perlu mengubah bisnis, tetapi hanya perlu mengubah caranya. Misalnya penjualan yang awalnya lebih kepada straregi offline, kini harus memperhitungkan cara-cara baru berupa online," tuturnya.

“Adaptif dan kreatif sangat dibutuhkan, tidak sekedar inovasi. Orang harus mulai berpikir bagaimana mengubah produk, penyajian hingga strategi menawarkannya,” tambahnya.

Penulis: Dodi Hasanuddin
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved