Otomotif
DFSK Rancang Strategi untuk Pertahankan Posisi dan Pasokan Unitnya
PT Sokonindo Automobile (DFSK) sebagai salah satu pemain di segmen tersebut langsung merancang berbagai strategi
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), mendata, penjualan kendaraan komersial atau niaga dari pabrik ke diler (wholesales) segmen yang sedang tumbuh beberapa tahun belakangan ini, pada Mei 2020 berhenti di angka 1.386 unit.
Capaian tersebut turun 30 persen dibanding bulan sebelumnya, April 2020, yang berhasil mencapai 1.983 unit, sekaligus menjadi penjualan terendah di tahun ini.
Sementara pada Maret 2020, torehan penjualannya ialah 14.889 unit.
Dampak dari pandemi virus corona alias Covid-19, pasar kendaraan komersial atau niaga di dalam negeri mengalami perlambatan secara beruntun sebagai dampak dari pandemi virus corona alias Covid-19.
• Liga 1 Indonesia Berlanjut, Redi Rusmawan Incar Menit Bermain
• Peneliti China Ungkap Respons Kekebalan Tubuh Orang Tanpa Gejala Atau OTG Lebih Lemah
• Detak Jantung Jessica Iskandar Tidak Normal, Calon Istri Richard Kyle Idap Tiroid dan Takikardi
Berdasarkan data Gaikindo, penjualan dari pabrik ke diler (wholesales) segmen yang sedang tumbuh beberapa tahun belakangan ini pada Mei 2020 berhenti di angka 1.386 unit.
Capaian tersebut turun 30 persen dibanding bulan sebelumnya, April 2020, yang berhasil mencapai 1.983 unit, sekaligus menjadi penjualan terendah di tahun ini.
Sementara pada Maret 2020, torehan penjualannya ialah 14.889 unit.
PT Sokonindo Automobile (DFSK) sebagai salah satu pemain di segmen tersebut langsung merancang berbagai strategi agar bisa mempertahankan posisi dan pasokkan unitnya.
• Arab Saudi Akhirnya Izinkan Penyelenggaraan Ibadah Haji Tapi Dalam Jumlah Sangat Terbatas
• Tokopedia dan Kementerian Perindustrian Mengajak Masyarakat Mendukung IKM Lokal di Sektor Otomotif
• Mahfud MD: Segera Selesaikan Kasus Hukum, Jangan Digantung Terlalu Lama!
DFSK juga menjual kendaraan niaga seperti Super Cab di pikap ringan yang menyumbang sekitar 52 persen dari total penjualan DFSK di 2019, serta Gelora sebagai blind van.
"Kita tidak menampik bahwa hingga saat ini ada penurunan penjualan komersial. Meski demikian, kita tetap berusaha mengakomodir segmen ini dalam bentuk lain seperti ambulance atau mobil toko," kata PR and Digital Manager PT Sokonindo Automobile, Arviane Dahniarny, dalam diskusi virtual, Senin (22/6/2020).
Menurut Arviane, dua kebutuhan tersebut lebih relevan dengan kondisi sekarang karena beberapa kegiatan industri dan bisnis masih belum pulih, pun dengan pembangunan infrasturkturnya.
• Dikuburkan Senin Sore 22 Juli, Begini Suasana Makam Korban Pembacokan Anak Buah John Kei
• Menengok Vivo Y50, Ponsel Tercanggih dengan Memori RAM dan ROM Terbesar, Kini Harganya Turun
• 3 Kicauan SBY Soal RUU HIP Jadi Trending, Sudah Baca dan Kaji Tapi Saya Simpan Agar Tak Memanas
"Kami maksimalkan yang sudah ada saja dulu dan melihat beragam peluang yang relevan, kemudian menyesuaikan. Tapi kami lihat pasar sudah mulai bangkit," ujarnya lagi.
Sebagai informasi, penjualan pikap pada Mei 2020, mengalami perlambatan 52 persen dibanding bulan sebelumnya, dari 975 unit menjadi 459 unit.
Sementara penjualan bus, hanya tercatat sebanyak 82 unit. Padahal, selama April 2020 masih bisa mencapai 67 unit dan 278 unit di Maret 2020.
Adapun penjualan kendaraan komersial secara berurutan pada tahun ini ialah, Januari sebanyak 19.218 unit, Februari sebanyak 19.146 unit, Maret dengan 14.889 unit, lanjut turun di April 1.983 unit, dan Mei sebanyak 1.386 unit.
Naskah ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mei 2020 Kendaraan Niaga Ambles 30 Persen, DFSK Coba Segmen Lain"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/dfsk-memperkenalkan-gelora-dan-gelor.jpg)