Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

3 Bulan Lebih Kuburkan Jenazah dengan Protap Covid-19, Kini Jimmy Sudah Berani Gendong Bayinya

Setelah tiga bulan lebih kuburkan jenazah protap Covid-19, para petugas di TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat sudah mulai terbiasa.

TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Pemakaman jenazah di TPU Tegal Alur dengan SOP Covid-19, Minggu (5/4/2020). Setelah 3 bulan, petugas di TPU tersebut kini sdah terbiasa menghadapinya, termasuk dekat dengan anak-anak mereka. 

WARTAKOTALIVE.COM, KALIDERES - Setelah tiga bulan lebih kuburkan jenazah protap Covid-19, para petugas di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat sudah mulai terbiasa.

Bahkan kini mereka sudah mulai berani bercengkrama dengan anak istri lagi.

Misalnya saja salah satu petugas TPU Tegal Alur Jimmy (30). Dulu di bulan April, Jimmy sama sekali belum berani menyentuh bayi pertamanya.

Inilah Harga Hewan Kurban 2020 yang Bisa Dibeli Secara Online, Tips Membeli Supaya Tidak Tertipu

Tegaskan Pemerintah Tak Bisa Cabut RUU HIP, Mahfud MD: Kacau Nanti Kehidupan Bernegara Kita

Namun sejak akhir Mei lalu, Jimmy mulai bisa menggendong bayinya. Ia baru menggendong bayinya saat umur anak pertamanya itu mencapai empat bulan.

"Sudah biasa saja sekarang. Apalagi kerja tiga bulan kuburkan jenazah Covid-19 saya sehat-sehat saja," ujar Jimmy ditemui di lokasi pemakaman Selasa (23/6/2020).

Jimmy mengatakan, istrinya juga sudah tidak resah lagi dengan stasusnya sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Terangkum 5 Fakta Menarik Hari Ulang Tahun ke-34 Lee Min Ho, dari Ucapan Ashanty Hingga Tiup Lilin

Hal yang sama dirasakan petugas TPU lainnya Saeli (46). Saeli juga mengaku sudah mulai bisa bercengkrama lagi dengan keluarganya.

"Mulai bulan lalu sekarang saya sudah bisa peluk-peluk anak lagi," ujar pria yang berkerja selama 28 tahun di TPU Tegal Alur itu.

Bahkan beberapa petugas ada yang sudah berani berkunjung ke rumah kerabat saat Idul Fitri lalu.

Mereka pun mulai diterima baik keluarga dan sudah tidak mendapatkan diskriminasi.

Zona Merah di Kabupaten Bogor Meluas, dalam Sepekan Tambah 4 Kecamatan Total Jadi 28 Kecamatan

Halaman
12
Penulis: Desy Selviany
Editor: Wito Karyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved