Info Balitbang Kemenag
Program Madrasah Young Researchers Super Camp Banyak Diminati Siswa Madrasah
Kompetisi Myres banyak diminati siswa madrasah. Pertama kali Myres digelar pada tahun 2018 yang diikuti oleh 663 proposal penelitian.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Ichwan Chasani
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Prestasi siswa madrasah dalam kompetisi bidang riset atau penelitian semakin menonjol.
Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTS) Surya Buana Malang Jawa Timur berhasil meraih sejumlah medali pada ajang International Young Invention Award (IYIA) tahun 2017.
Siswi MTS Negeri 2 Kota Kediri mendapatkan penghargaan untuk mengikuti program Broadcom Master International Program di Phoenix di Arizona, Amerika Serikat karena berhasil menjadi finalis dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada tahun 2019.
Pada ajang kompetisi riset tingkat nasional, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang, MAN 1 Kudus, MAN Insan Cendikia Aceh, MAN 2 Kota Kediri menjadi juara dalam LKIR ke-51 tahun 2019.
Siswa MAN 2 Kota Malang berhasil menyabet medali emas dan perunggu pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Madrasah kini tidak hanya sebagai sekolah yang mengajarkan pendidikan agama, namun mampu mencetak peneliti-peneliti muda yang berbakat.
Bahkan sembilan karya ilmiah hasil riset para siswa MTSN 2 Kediri telah tercatat di Ditjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sejak tahun 2015.
Agar budaya meneliti tumbuh dan berkembang di kalangan siswa madrasah, Direktorat Pendidikan Islam (Pendis) melalui Direktorat Kurikulum, Sarana, dan Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) menyelenggarakan program Madrasah Young Researchers Super Camp (Myres).
Program ini digelar sebagai ajang kompetisi nasional penulisan karya ilmiah untuk siswa madrasah dari tingkat MTS hingga MA.
Tiga bidang yang dilombakan dalam MYRES yaitu: Ilmu matematika, sains dan pengembangan teknologi, ilmu sosial dan humaniora, dan ilmu keagamaan.
Kompetisi Myres banyak diminati siswa madrasah. Pertama kali Myres digelar pada tahun 2018 yang diikuti oleh 663 proposal penelitian.
Jumlah proposal ini meningkat signifikan sebesar 65,13% pada tahun 2019 menjadi 1.018 proposal. Peningkatan ini terjadi karena meluasnya sosialisasi yang dilakukan oleh Direktorat KSKK sehingga kompetisi ini bisa diikuti oleh siswa madrasah di seluruh propinsi Indonesia, baik madrasah negeri maupun swasta.
Meskipun demikian, sebagian kalangan madrasah, mengaku belum mengetahui kompetisi Myres ini. Kompetisi Myres kalah populer dengan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang sudah berjalan delapan tahun.
Evaluasi
Hingga dua tahun program Myres berjalan, belum pernah dilakukan evaluasi untuk mengetahui efektifitas program. Evaluasi ini penting untuk merumuskan rencana dan strategi yang tepat guna terselenggaranya program Myres sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ditjen-pendis-ksm-2019.jpg)