Info Balitbang Kemenag
Literasi Keagamaan Mahasiswa Pendidikan Agama Islam PAI di PTKIN Cukup Baik
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta melakukan penelitian kepada 400 mahasiswa jurusan PAI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di 4 PTKIN.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Ichwan Chasani
Dari hasil tersebut,dapat dikatakan bahwa 400 mahasiswa PAI di-4 PTKlN memiliki kemampuan pemahaman literasi yang baik. Meskipun demikian, mahasiswa yang memiliki skor kategori tinggi lebih sedikit dari dua kategori lainnya.
Berdasarkan asal kampus pemahaman responden literasi keagamaan dari ke-4 PTKIN tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa yang mempunyai pemahaman literasi tertinggi berasal dari UIN Jakarta kemudian diikuti UIN Bandung, IAIN Cirebon dan UIN Banten.
Tingginya tingkat pemahaman responden dari UIN Jakarta dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, berdasarkan hasil daltar pemeringkatan Dirjen Pendis diketahui bahwa UIN Jakarta menempati peringkat pertama dalam kinerja perguruan tinggi. Selain itu ditunjang oleh kinerja karyawan dan dosen yang baik sehingga bisa melahirkan output mahasiswa yang berkualitas.
Kedua, karena sistem seleksi di UIN Jakarta sangat ketat sehingga hanya calon mahasiswa yang unggulan saja yang bisa lulus.
Tidak ditemukannya responden UlN Banten yang memiliki pemahaman literasi keagamaan terkategori tinggi menjadi salah satu penyebab rendahnya pemahaman literasi keagamaan di antara ke-4 PTKIN tersebut.
Dilihat dari latar belakang riwayat pendidikan beberapa responden UIN Banten terkategori rendah merupakan lulusan SMA, sedangkan responden yang terkategori sedang merupakan lulusan MA. Ini membuktikan bahwa materi pendidikan agama Islam masih minim didapatkan para pelajar di sekolah-sekolah umum.
• Disdik DKI Tingkatan Literasi Siswa dan Guru Lewat Gebyar SMA 2020
Sumber Literasi Keagamaan
Terkait dengan sumber literasi keagamaan dalam konteks kajian ini, peneliti menanyakan beberapa sumber yang digunakan oleh responden sebagai pengayaan mereka untuk memperdalam pengetahuan agama baik di dalam maupun di luar kampus.
Penafsiran hasil penilaian yang dilakukan terhadap sumber literasi keagamaan di 4 PTKlN menggunakan skala Likert dengan menempatkan mahasiswa dalam 5 (lima) tingkatan pemahaman literasi, yaitu sangat buruk (20 persen), 40 persen (buruk), 60 persen (cukup baik), 80 persen (baik) dan 100 persen (sangat baik).
Berdasarkan penilaian tersebut menunjukkan bahwa responden ke-4 PTKIN tersebut terkategori baik dalam mencari sumber literasi keagamaan baik melalui media off line dan online.
Skor terendah terdapat pada indikator no.4 dengan 57 persen yaitu sumber literasi keagamaan yang bersumber dari koran.
Perkembangan teknologi informasi yang cepat dan mudah dan perubahan industri dari cetak ke digital menjadi sebab menurunnya minat membaca responden terhadap koran.
Sedangkan nilai tertinggi terdapat pada indikator no.12 dengan 90.900 yaitu mendapatkan informasi keagamaan dari kyai atau ulama.
• Benarkah Aa Gym Sebut Kebijakan Pemerintah Menyayat Hati Umat Islam? Ini Penjelasan Lengkapnya
Diantara para ustadz yang digandrungi oleh para mahasiswa diantaranya adalah; ustadz Abu Somad, Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Hanan Ataki, Ustadz Taki Malik, Ustadz Kholid Basalamah dan Aa Gym.
Kiai ulama yang mempunyai pengaruh penting terhadap pengetahuan keagamaan responden adalah para kyai/ ulama yang memberikan ceramah keagamaan baik melalui tatap muka dan media internet.
Berdasarkan hasil penelitian, responden di 4 PTKlN lebih sering mendengarkan video-video ceramah melalui media internet.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/suasana-di-depan-fakultas-kedokteran-uin-jakarta_20180905_144052.jpg)