Minggu, 12 April 2026

Info Balitbang Kemenag

Literasi Keagamaan Mahasiswa Pendidikan Agama Islam PAI di PTKIN Cukup Baik  

Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta melakukan penelitian kepada 400 mahasiswa jurusan PAI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di 4 PTKIN.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Ichwan Chasani
WARTA KOTA/ZAKI ARI SETIAWAN
Suasana di depan Fakultas Kedokteran UIN Jakarta, Jalan Pisangan, Cirendeu, Tangerang Selatan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Budaya membaca dan menulis pada masyarakat Indonesia menurut Abidin dan M. Taufik Ismail (2017: 151) masih sangat memprihatinkan.

Buku pelajaran tak lagi menjadi teman setia pelajar masa kini. Budaya membaca, menulis dan berdiskusi tak lagi menjadi ciri khas pelajar yang sering disebut sebagai generasi penerus bangsa.

Lalu bagaimana dengan perkembangan literasi keagamaan saat ini, khususnya literasi agama Islam? Apakah lembaga pendidlkan keagamaan seperti UIN dan IAIN turut andil dalam menyukseskan program pemerintah?

Tim Peneliti Bidang Lektur dan Khazanah Keagamaan Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta melakukan penelitian kepada 400 mahasiswa jurusan PAI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di 4 PTKIN yaitu UIN Jakarta, UIN Bandung, IAIN Cirebon dan UIN Banten.

Mahasiswa PAI dipilih karena mereka merupakan calon guru yang akan menyampaikan materi keagamaan di sekolah-sekolah. Karena itu, penting untuk mengetahui dari mana mereka memperoleh sumber-sumber pengetahuan keagamaan.

Mahasiswa yang mempunyai kemampuan literasi keagamaan yang baik akan menunjang mahasiswa untuk dapat berpikir dan berwawasan moderat.

Rektor UIN Jakarta: Terorisme Bukan Basis Ajaran Agama

Guru PAI ini nantinya akan memberikan kontribusi dalam penanaman nilai-nilai karakter melalui standar kompetensi, kompetensi inti, indikator pelajaran, dan tujuan pembelajaran kepada para siswa di sekolah (Wibowo, 2014:292).

Oleh karena itu, sebaiknya Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) sebagai wadah yang menyiapkan tenaga-tenaga pendidik dalam bidang agama perlu membekali mahasiswanya dengan kemampuan literasi keagamaan yang baik.

Sebagaimana disebut Dinham dan Jones (2010) bahwa literasi agama sangat penting untuk menangkal stereotipe dan membangun relasi yang baik di atas perbedaan-perbedaan yang ada.

Temuan Penelitian

Kajian kuantitatif dengan rancangan sequential explanatory ini menggunakan angket sebagai instrumen yang berisi 38 pertanyaan yang disebarkan kepada responden yang keseluruhnya merupakan mahasiswa Jurusan PAI yang sudah mencapai semester enam.

Pengambilan data dilakukan pada 1 Mei - 30 Mei. Data utama penelitian ini digali menggunakan angket yang disebarkan kepada mahasiswa jurusan PAI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di 4 PTKIN.

Aspek yang ditanyakan meliputi materi PAI yang terdiri dari aI-Quran, Akidah, Akhlak, Fiqih, dan SKI, sebanyak 10 item pertanyaan.

Penafsiran hasil penilaian yang dilakukan terhadap pemahaman literasi keagamaan di 4 PTKIN menggunakan model kategorisasi jenjang dengan menempatkan mahasiswa dalam 3 (tiga) tingkatan pemahaman literasi, yaitu pemahaman literasi tinggi, sedang dan rendah.

Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemahaman keagamaan dari 400 responden di 4 PTKIN yang dikategorikan rendah sebesar 10,75 persen, sedang 80,75 persen dan tinggi 8,5 persen

Disangka Bom, Tas Mencurigakan di UIN Jakarta Berisi Ijazah, Speaker, dan Pakaian Kotor

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved