Breaking News:

DPRD Kota Tangsel Minta Peran P2TP2A Kota Tangsel Lebih Optimal Tangani Kasus Rudapaksa

DPRD Kota Tangsel Minta Peran P2TP2A Kota Tangsel Lebih Optimal Tangani Kasus Rudapaksa . Simak selengkapnya.

Tribunnews.com
Ilustrasi perkosaan 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Kasus rudapaksa secara bergilir yang menimpa almarhumah OR (16) oleh sekelompok pemuda asal Desa Cihuni, Pagedangan, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus menyita perhatian publik, tak terkecuali bagi anggota Komisi II DPRD Kota Tangsel Fraksi PKS, Paramitha Messayu.

Paramitha mengungkapkan rasa keprihatinannya terhadap korban dan keluarganya terkait perilaku bejat para pelaku tersebut.

Ia meminta agar Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangsel untuk mendampingi keluarga korban dalam menuntaskan kasus tersebut.

"Kami prihatin sangat mendalam. Meminta P2TP2A terus mendampingi keluarga, bersama pihak berwajib mengusut tuntas kejadian ini," kata Paramitha saat dikonfirmasi, Tangsel, Jumat (19/6/2020).

Selama Pandemi Covid-19, Pebasket NSH Jakarta Rizky Effendi Tetap Jaga Kondisi Fisik

Tak cukup sampai disitu, Paramitha turut mengkritisi peran P2TP2A Kota Tangsel dalam melakuan tugas, pokok dan fungsinya (tupoksi) sebagai lembaga perlindungan anak.

Sebab, ia menilai tidak maksimalnya peran P2TP2A Kota Tangsel hingga menyebabkan peristiwa kejam itu terjadi.

Ditambah, peristiwa itu dialami korban sebanyak dua kali dengan pelaku yang sama.

"Mengoptimalkan peran fasilitator pengawasan perlindungan anak yang sudah ada selama ini. Kami mendorong untuk perannya terus dioptimalkan," jelasnya.

Diwartakan sebelumnya, OR (16) menjadi korban rudapaksa oleh sekelompok pemuda Desa Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Nahasnya, sekelompok pemuda yang berjumlah 8 orang itu melakukan aksi bejatnya sebanyak dua kali yakni di tanggal 10 April 2020 dan 18 April 2020.

Akibat Kumis Tipisnya, Iis Dahlia Sempat Diragukan Gendernya saat di Arab

Para pelaku tega melangsungkan aksi bejatnya tersebut kala korban telah dicekoki pil excimer agar tak sadarkan diri.

Adapun saat ini kasus tersebut telah ditangani pihak Polsek Pagedangan. 

Penulis: Rizki Amana
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved